Hay
kawan, apa kabar nya kalian?. Aku sih agak capek hehe, hari demi hari selama
tiga hari ini aku di sibukkan dengan tanggung jawab sebagai ketua suatu
organisasi ekonomi islam, aku terus bepandangan bahwa ekonomi islam itu sangat
menarik, bagiku perpecahbelahan islam di nusantara dapat di satukan apabila
masyarakatnya berkecukupan. Untuk mencapai tujuan itu sektor ekonomi adalah
bagian vital yang dapat mewujudkan masyarakat madani nan sejahtera. Oke kawan, ekonomi islam sebenarnya tidak
hanya sekedar kajian yang menyangkut perekonomian jual beli saja, tetapi
bagaimana melihat halal haramnya suatu proses produksi , dan riba tidaknya
suatu transaksi.
Menurut
pandangan ane di katakan halal haram nya suatu kegiatan ekonomi dapat di
pelajari dengan tiga cara yaitu dengan menggunakan ilmu ekonomi islam dan akad
nya harus jelas.kita bisa menggunakan prinsip mudarabah (pembiayaan berdasasrkan prinsip bagi
hasil),musyarakah ( pembiayaan menurut prinsip penyertaan modal),murabahah
(prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan),ijarah(pembiayaan
barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan). Ke-empat hal itu
bisa kita pelajari dengan saksama tanpa harus adagontok-gontokan dalam
berwirausaha. Dengan menggunakan prinsip yang berbasis syariah kita dapat
merasakan pekerjaan sehari-hari kita di selimuti dengan hangatnya islam,
damainya yang mendawai melanda hati. Tentram dan makmur dalam berwirausaha.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa belenggu amerika
dalam dunia perekonomian sangatlah kuat. Dolar yang menjadi patokan utama mata
uang dunia di gunakan jalan si paman sam sebagai jalan bagi mereka untuk
menguasai perekonomian dunia. Sistem yang mereka terapkan di selimuti dengan
riba yang jelas-jelas riba itu sendiri
di larang oleh rosul. Kita di anjurkan untuk menjauhi riba. Realitanya
di kampus-kampus bahkan, materi yang di berikan oleh akademik rata-rata tidak
membahas tentang riba, yang mereka berikan kepada mahasiswanya hanya bagaimana
cara mendapat keuntungan sebanyak banyaknya sehingga menjadi orang tajir,
biasalah orang tajirkan banyak istri wkwkwkwk. Sedang dalam al-qur’an kita di
larang untuk menumpuk harta. Tuh kan sangat bertentangan dengan ajaran islam
kita, di tambah tranding topik kuliah di amerika di jadikan oleh para dosen
sebagai acuan tingkatan ilmu mereka. Wah bisa kacau nih nusantara kalau begini
caranya.
Para ekonom rabbani, Kita sebagai generasi muda segeralah
bangun dari mimpi, orang yang hanya menginspirasi jika tidak produktif juga gak
ada guna. Jadilah orang yang kreatif menginspirasi dan produktif dan ikut serta membangun perokoniam islam di
nusantara kita. Indonesia negara yang luas, kekayaan yang melimpah selalu di
lirik genit oleh investor-invertor bule. Mereka
hanya menanam modal dan kita yang banting tulang di rumah sendiri,
parahnya lagi para pejabat nusantara yang meng agung-agungkan para
invertor yang tak ber etika .sungguh
malang nasib bumi pertiwi, sayang sekali generasi muda sudah pudar semangat api
nya.
Tak
usah muluk-muluk, mulailah dengan hal-hal kecil sebagaimana yang di terapkan
oleh rosul waktu menggembala domba, beliau tidak mengikat domba dalam kandang,
karena semua makhluk allah butuh kebebasan (free willingnes). Dan ketika saat
berdagang jangan mengambil untung lebih dari 100% karena sisanya adalah riba,
sedang riba itu sangat di larang islam. Lebih ke atas lagi adalah sistem bunga
dalam perbankan. Bunga juga di golong kan sebagai riba karena apa? Karena hasil
yang kita dapatkan tanpa adanya usaha.
Jauhilah riba dengan cara memahami dan meeninggalkan riba yang menjadi
bagian dari gaya hidup.
Kawan
semua bangkitkan jiwa kalian untuk kepentingan sesama, lihatlah sekitar, lihat
orang-orang yang bergeliat dengan kesenangan ribanya, lihat juga orang-orang
bule itu yang membaur menjadi suatu kelompok yang dapat menilbulkan musabahah
sosial ekonomi, lihat negara kita yang di bodohi, dengan hadirnya IMF atau
pinjaman internasional nya, yang merasuk dalam jiwa bangsa dan merusak moral
dengan suku bungannya yang tinggi, negara kita hanya menjadi negara pelarian,
menutup hutangnya dengan hutang yang lain.
Masyarakat
indonesia yang majemuk seharusnya bisa menambah kekayaan negeri ini, tetapi
masyarakatnya sendiri saja masih banyak yang miskin gimana mau memperkaya
negeri?, logika di luar logika. Mari para calon pemimpin muda, kita
sejahterakan masyarakat sekitar kita dalam perokoniam yang berbasis islam,
sehingga tidak terjerumus oleh tipu daya para kapitasli dan sosialis. Sudah
banyak bukti berkata ekonomi kapitalis hanya bikin sengsara dan sosialis bikin
merana. Hanya ekonomi islam yangdi terapkan rosul lah
yang bisa memberikan kesejahteraan secara merata, membawa kebahagiaan dalam
hidup sehingga tercipta harmonisasi.


