Oleh : Dr. Atih R Dariah, SE.,M.Si.
Dosen
Fakultas Ekonomi
Perjalanan
ekonomi pembangunan dalam konteks sebuah ilmu terus mengalami perkembangan dan
peningkatan nilai, tercermin dalam munculnya model-model pembangunan ekonomi
dengan aliran-aliran pemikiran yang beragam. Model yang menekankan pada tahapan
pembangunan, membahas perubahan struktur ekonomi yang didorong oleh investasi,
teknologi dan akumulasi human capital. Kategori model ini diantaranya Model
Rostow, Model Harrod-Domar, Model Lewis, Teori Pertumbuhan Endogen. Model yang
mengakomodir isu pelaku pembangunan, menyoroti pentingnya peran
pemerintah dalam mengarahkan proses pembangunan (Model Big Push) dan pemunculan
manusia sebagai pusat pembangunan. Dalam konsep pembangunan manusia,
pembangunan dianalisis serta dipahami dari sisi manusianya yang direpresentasikan
dalam sebuah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mencakup Indeks Pendidikan,
Indeks Kesehatan dan Indeks Daya Beli.
Namun
tampaknya dinamika pemikiran ekonomi pembangunan tersebut masih belum mampu
menjawab masalah mendasar terhadap persoalan yang muncul dari proses
pembangunan, yakni ketimpangan dan kemiskinan. Apakah ada keterbatasan konsep
dalam menjelaskan perilaku manusia selama proses pembangunan atau adanya gap
antara teori dan fakta?
Perilaku
memainkan peran yanag sangat penting dalam pembangunan ekonomi. Perilaku
terbentuk dari adopsi satu set nilai tentang hidup dan kehidupan yang akan
menjadi pegangan dalam menjalankan dan memutuskan sesuatu. Teori-teori
terbangun tentunya dengan asumsi bahwa perilaku yang ada dengan nilai-nilai di
belakangnya mendukung bekerjanya teori tersebut. Tentu saja nilai pembentuknya
diharapkan dilandasi oleh kekuatan spiritual dan moral yang dianut sesuai
kehendak yang di atas.
Islam
memiliki pandangan eksklusif terhadap proses pembangunan. Pembangunan ekonomi
dalam Islam ialah pembangunan yang meliputi semua aspek pembangunan kebendaan
(ekonomi) dan pembangunan insan secara keseluruhan. Pertumbuhan ekonomi bukan
hanya diukur dari aspek ekonomi, melainkan aktivitas manusia yang ditujukan
untuk pertumbuhan dan kemajuan sisi material dan spiritual manusia sekaligus.
Prinsip
pembangunan ekonomi menurut Islam adalah :
1.
Pembangunan ekonomi dalam Islam bersifat komprehensif dan mengandung unsur spiritual, moral, dan material. Pembangunan merupakan aktivitas yang
berorientasi pada tujuan dan nilai. Aspek material, moral, ekonomi, sosial
spiritual dan fiskal tidak dapat dipisahkan. Kebahagian yang ingin dicapai
tidak hanya kebahagian dan kesejahteraan material di dunia, tetapi juga di
akhirat.
2.
Fokus utama pembangunan adalah manusia dengan lingkungan kulturalnya.
3.
Pembangunan ekonomi adalah aktivitas multidimensional sehingga semua usaha
harus diserahkan pada keseimbangan berbagai faktor dan tidak menimbulkan
ketimpangan.
4.
Penekanan utama dalam pembangunan menurut Islam, terletak pada :
a. Pemanfaatan sumberdaya yang telah diberikan Allah kepada ummat manusia
dan lingkungannya semaksimal mungkin.
b.
Pemanfaatan sumberdaya tersebut melalui pembagian, peningkatannya secara merata
berdasarkan prinsip keadilan dan kebenaran. Islam menganjurkan sikap syukur dan
adil dan mengutuk sikap kufur dan zalim.
Mengutif
pemikiran Thurow (1999) tentang membangun kemakmuran yang tercermin dalam
piramida kemakmuran, fondasi dasar dari kemakmuran suatu bangsa adalah social organization. Aspek
ini sangat mendasar karena terkait dengan kemampuan pemerintah mengorganisasi
ketersediaan fasilitas publik seperti membangun dan memperbaiki infrastruktur,
pengembangan sistem pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan demokratisasi,
akses terhadap lembaga partai, dan fasilitas publik lainnya. Adanya prinsip
pembangunan ekonomi menurut Islam, aspek moral sepatutnya menjadi fondasi dasar
dalam membangun kemakmuran bersama.


