Oleh : harun
yahya
Kami mudahkan al-qur’an untuk diingat.
Adakah yang mengambil perhatian?
(surat al-qamar: 17)
Adakah yang mengambil perhatian?
(surat al-qamar: 17)
Pertanyaan 1
Tumbuhan, binatang, lautan,
gunung-gunung, dan manusia disekitar kita, dan semua jasad renik yang tidak
kasat mata – hidup ataupun mati, merupakan bukti nyata adanya kebijakan agung
yang menciptakannya. Demikian pula dengan kesetimbangan, keteraturan dan penciptaan
sempurna yang nampak di seluruh jagat. Semuanya membuktikan keberadaan pemilik
pengetahuan agung, yang menciptakannya dengan sempurna. Pemilik kebijakan dan
pengetahuan agung ini adalah allah.
Sistem-sistem
sempurna yang diciptakannya serta sifat-sifat yang mengagumkan pada setiap
mahluk, hidup maupun mati, menimbulkan kesadaran akan keberadaan allah.
Kesempurnaan ini tertulis dalam al-qur’an:
Dia menciptakan tujuh langit yang berlapis-lapis. Tak akan ditemui
sedikit cacatpun dari ciptaannya. Perhatikan berkali-kali - apakah engkau
melihat kekurangan padanya? Lalu, perhatikanlah sekali lagi. Matamu akan silau
dan lelah! (surat al-mulk: 3-4)
pertanyaan
2
Ciptaan yang sempurna di
seluruh jagat raya menunjukkan kekuasaan allah yang maha agung.
Allah sendiri telah
memperkenalkan dirinya kepada kita melalui al-qur’an - wahyu yang diturunkan kepada
manusia sebagai petunjuk yang benar bagi kehidupan. Semua sifat-sifat allah
yang mulia disampaikan kepada kita di dalam al-qur’an. Dia maha bijaksana, maha
mengetahui, maha pengasih, maha penyayang, maha adil, maha meliputi seluruh
alam, maha melihat dan maha mendengar atas segala sesuatu. Dia lah pemilik dan
tuhan satu-satunya atas langit dan bumi dan segala sesuatu di antaranya. Dia
lah penguasa seluruh kerajaan langit dan bumi.
Dialah allah – tiada tuhan selain dia. Dia mengetahui yang gaib dan yang
nyata. Dia maha pengasih lagi maha penyayang. Dia lah allah – tiada tuhan
selain dia. . . . Miliknya segala nama-nama yang baik. Segala yang di langit
dan di bumi bertasbih kepadanya. Dia maha perkasa lagi maha bijaksana. (surat
al-hasr: 22-24)
Pertanyaan
3
Dalam al-qur’an allah
menyebutkan mengapa kita diciptakan:
Aku ciptakan jin dan manusia semata-mata untuk menyembahku. (surat
az-zariyat: 56)
az-zariyat: 56)
Seperti disebutkan
dalam ayat ini, keberadaan manusia di bumi ini semata-mata untuk menjadi hamba
allah, untuk menyembahnya dan untuk memperoleh ridhanya. Penghambaan manusia
kepada allah merupakan batu ujian selama ia hidup di muka bumi.
Allah menguji manusia
di muka bumi untuk memisahkan antara mereka yang beriman dan mereka yang tidak
beriman, serta untuk menentukan siapa yang terbaik amal perbuatannya. Oleh
karena itu, pengakuan seperti “aku beriman” tanpa bukti tindakan yang sesuai
dengannya tidak lah cukup. Di sepanjang hayatnya, manusia diuji dalam hal
keimanan dan keta’atannya kepada allah, termasuk kegigihannya dalam
memperjuangkan agama allah. Pendek kata, diuji dalam ketabahan sebagai hamba
allah dalam berbagai kondisi dan lingkungan yang dikehendakinya. Ini dinyatakan
allah dalam ayat berikut:
Dia yang mematikan dan menghidupkan untuk menguji siapa di antara kamu
yang terbaik amalnya. Dia maha perkasa lagi maha pengampun. (surat al-mulk: 2)
Pertanyaan
5
Menjadi hamba allah
berarti menyerahkan seluruh hidup kita untuk tujuan mencapai kehendak dan
ridhanya. Yakni beramal sebaik mungkin tanpa henti untuk mendapatkan ridha
allah, hanya takut kepada allah dan mengarahkan seluruh pikiran dan perkataan
serta perbuatan untuk tujuan tersebut. Allah mengingatkan dalam al-qur’an bahwa
penghambaan kepadanya meliputi seluruh kehidupan individu:
Katakanlah: ‘sesungguhnya shalatku dan ibadahku, hidup dan matiku
hanyalah untuk allah, tuhan semesta alam.’ (surat al-an’am: 162)
Pertanyaan 6
Yang pertama kali harus dilakukan oleh
seseorang yang meyakini keberadaan allah adalah mempelajari apa-apa yang
diperintahkan dan hal-hal yang disukai penciptanya. Dia lah yang memberinya ruh
dan kehidupan, makanan, minuman dan kesehatan. Selanjutnya dia harus
mengabdikan seluruh hidupnya untuk patuh kepada perintah-perintah allah dan
mencari ridhanya.
Agama lah yang membimbing kita kepada moral,
perilaku dan cara hidup yang diridhai allah. Allah telah menjelaskan dalam
al-qur’an bahwa orang yang patuh kepada agama berada di jalan yang benar,
sedangkan yang lainnya akan tersesat.
Dia yang dadanya
terbuka untuk ıslam mendapat cahaya dari tuhannya. Sungguh celaka orang-orang
yang berkeras untuk tidak mengingat allah! Mereka dalam kesesatan yang nyata. (surat
az-zumar: 22)
Pertanyaan 7
Orang yang beriman kepada
allah dan menghambakan diri kepadanya, mengatur hidupnya agar sesuai dengan
seruan allah dalam al-qur’an. Dia menjadikan agama sebagai petunjuk hidupnya.
Patuh kepada hal-hal yang baik menurut hati nuraninya, dan meninggalkan segala
yang buruk yang ditolak hati nuraninya.
Allah menyatakan
dalam al-qur’an bahwa dia menciptakan manusia agar siap untuk menghidupkan
agamanya:
Maka, teguhkanlah pengabdianmu kepada agama yang benar yang allah
ciptakan untuk manusia. Tiada yang mampu merubah ciptaan allah. Itulah agama
yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. (surat ar-rum: 30)
Pertanyaan
8
Pada lingkungan masyarakat yang
tak beragama, orang cenderung melakukan beragam tindakan yang tak bermoral.
Perbuatan buruk seperti penyogokkan, perjudian, iri hati atau berbohong
merupakan hal yang biasa. Hal demikian tidak terjadi pada orang yang ta’at kepada
agama. Mereka tidak akan melakukan semua perbuatan buruk tadi karena mengetahui
bahwa ia harus mempertanggungjawabkan semua tindakannya di akhirat kelak.
Sukar dipercaya jika ada orang
mengatakan, “saya ateis namun tidak menerima sogokan”, atau “saya ateis namun
tidak berjudi”. Mengapa? Karena orang yang tidak takut kepada allah dan tidak
mempercayai adanya pertanggungjawaban di akhirat, akan melakukan salah satu hal
di atas jika situasi yang dihadapinya berubah.
Seseorang yang mengatakan,
“saya ateis namun tidak berjinah” cenderung melakukannya jika perjinahan di
lingkungan tertentu dianggap normal. Atau seseorang yang menerima sogokan bisa
saja beralasan, “anak saya sakit berat dan sekarat, karenanya saya harus
menerimanya”, jika ia tidak takut kepada allah. Di negara yang tak beragama,
pada kondisi tertentu maling pun bisa dianggap sah-sah saja. Contohnya,
masyarakat tak beragama bisa beranggapan bahwa mengambil handuk atau perhiasan
dekorasi dari hotel atau pusat rekreasi bukanlah perbuatan pencurian.
Seorang yang beragama tak akan
berperilaku demikian, karena ia takut kepada allah dan tak akan pernah lupa
bahwa allah selalu mengetahui niat dan pikirannya. Dia beramal setulus hati dan
selalu menghindari perbuatan dosa.
Seorang yang jauh dari bimbingan
agama bisa saja berkata “saya seorang ateis namun pema’af. Saya tak memiliki
rasa dendam ataupun rasa benci”. Namun sesuatu hal dapat terjadi padanya yang
menyebabkannya tak mampu mengendalikan diri, lalu mempertontonkan perilaku yang
tak diinginkan. Dia bisa saja melakukan pembunuhan atau mencelakai orang lain,
karena moralnya berubah sesuai dengan lingkungan dan kondisi tempat tinggalnya.
Sebaliknya, orang
yang beriman kepada allah dan hari akhir tidak kan pernah menyimpang dari moral
yang baik, seburuk apapun kondisi lingkungannya. Moralnya tidak “berubah-ubah”
melainkan tetap kokoh. Orang-orang beriman memiliki moral yang tinggi.
Sifat-sifat mereka disebut allah dalam ayatnya:
Mereka yang teguh dengan keyakinannya kepada allah dan tidak mengingkari
janji; yang menghubungkan apa yang diperintahkan allah untuk menghubungkannya
dan takut kepada tuhan mereka dan takut pada hisab yang buruk; mereka yang
sabar untuk mencari perjumpaan dengan tuhan mereka, dan mendirikan shalat dan
menafkahkan sebagian harta yang kami berikan kepadanya secara sembunyi-sembunyi
maupun terang-terangan, menolak kejahatan dengan kebaikan. Merekalah yang
mendapat kedudukan yang tinggi. (surat ar-ra’d: 20-22)
Pertanyaan
9
Konsep
pertama yang akan hilang pada sebuah lingkungan tak beragama adalah konsep
keluarga. Nilai-nilai yang menjaga keutuhan keluarga seperti kesetiaan,
kepatuhan, kasih-sayang dan rasa hormat akan ditinggalkan sama sekali. Harus
diingat bahwa keluarga merupakan pondasi dari sistem kemasyarakatan. Jika tata
nilai keluarga runtuh, maka masyarakat pun akan runtuh. Bahkan bangsa dan
negara pun tidak akan ada lagi, karena seluruh nilai moral yang menyokongnya
telah musnah.
Lebih
jauh lagi, tak akan ada lagi rasa hormat dan kasih-sayang terhadap orang lain.
Ini mengakibatkan anarki sosial. Yang kaya membenci yang miskin, yang miskin
membenci yang kaya. Angkara murka tumbuh pada mereka yang merasa dirintangi,
hidup susah atau miskin. Atau menimbulkan agresi terhadap bangsa lain. Karyawan
bersikap agresif kepada atasannya. Demikian pula atasan kepada bawahannya. Para
bapak berpaling dari anaknya, dan anak berpaling dari bapaknya.
Sebab
dari pertumpahanan darah yang terus-menerus dan “berita-berita kriminalitas” di
surat kabar adalah ketiadaan agama. Setiap hari dapat kita baca tentang
orang-orang yang saling bunuh karena alasan yang sangat sepele.
Orang
yang mengetahui bahwa ia akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak,
tidak akan melakukan pembunuhan. Dia tahu bahwa allah melarang manusia
melakukan kejahatan. Ia selalu menghindari murka allah karena rasa takutnya
kepadanya.
Janganlah berbuat
kerusakan di muka bumi, setelah (allah) memperbaikinya. Dan berdo’alah
kepadanya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat allah sangat dekat
kepada orang-orang yang berbuat baik. (surat al-a’raf: 56)
Tindakan
bunuh diri pun disebabkan oleh ketiadaan agama. Orang yang melakukan bunuh diri
sama saja dengan melakukan pembunuhan. Orang yang hendak bunuh diri karena
ditinggal pacar, misalnya, harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut
sebelum melakukannya: apakah ia akan melakukan bunuh diri jika pacarnya menjadi
cacat? Atau menjadi tua? Atau jika wajah pacarnya terbakar? Tentunya tidak. Dia
terlalu berlebihan menilai pacarnya seolah sebanding dengan allah. Bahkan
menganggap pacarnya lebih penting dari allah, lebih penting dari hari akhirat
dan dari agama. Ia lebih mempertaruhkan jiwanya bagi pacarnya tersebut
dibanding bagi allah.
Orang
yang dibimbing al-qur’an tidak akan melakukan hal semacam itu, bahkan tidak
akan terlintas sedikitpun dalam benaknya. Seorang yang beriman menyerahkan
hidupnya hanya untuk keridhaan allah, dan menjalani dengan sabar segala
kesusahan dan masalah yang allah ujikan padanya di dunia ini. Ia pun tidak lupa
bahwa kesabarannya itu akan mendapatkan balasan berlipat ganda baik di dunia
maupun di akhirat.
Pencurian
pun merupakan hal yang sangat biasa pada masyarakat yang tak beragama. Seorang
pencuri tak pernah berpikir seberapa besar kesusahan yang ditimbulkannya
terhadap orang yang dicurinya. Harta yang dikumpulkan korbannya puluhan tahun
diambilnya dalam semalam saja. Ia tak peduli seberapa besar kesusahan yang akan
diderita korbannya. Mungkin saja ia pernah sadar dan menyesali perbuatannya
yang telah menimbulkan kesusahan pada orang lain. Jika tidak, keadaannya
menjadi lebih buruk. Itu berarti bahwa hatinya telah membatu dan selalu
cenderung untuk melakukan segala tindakan yang tak bermoral.
Dalam
masyarakat yang tak beragama, nilai-nilai moral seperti keramahan, mau
berkorban untuk orang lain, solidaritas dan sikap murah hati telah lenyap sama
sekali. Orang-orangnya tidak menghargai orang lain sebagaimana layaknya
manusia. Bahkan ada yang memandang orang lain sebagai mahluk yang berevolusi
dari kera. Tak satu pun dari mereka mau menerima, melayani, menghargai atau
memberikan sesuatu yang baik kepada orang lain. Apalagi terhadap mereka yang
dianggapnya sebagai berasal dari kera.
Orang-orang
yang berpikiran seperti ini tidak menghargai orang lain. Tak satu pun
memikirkan kesehatan, kesejahteraan atau kenyamanan orang lain. Mereka tak
peduli jika orang lain terluka, atau pernah berusaha agar orang lain terhindar
dari kecelakaan semacam itu.
Di
rumah sakit, misalnya, orang yang hampir meninggal dibiarkan begitu saja
terlentang di ranjang-gotong dalam jangka waktu yang tak tentu; tak seorangpun
pun peduli kepadanya. Contoh lain misalnya, pemilik restoran yang menjalankan
restorannya tanpa peduli dengan kebersihan. Tempatnya yang kotor dan tidak
sehat tak digubrisnya, tidak peduli dengan bahaya yang mungkin ditimbulkan
terhadap kesehatan orang lain yang makan di sana. Ia hanya peduli kepada uang
yang dihasilkannya. Ini hanya sebagian kecil contoh yang kita temui
sehari-hari.
Logikanya,
orang hanya baik terhadap orang lain jika bisa mendapat imbalan yang
menguntungkan. Namun bagi mereka yang menjalankan standar moral al-qur’an,
menghargai orang lain merupakan pengabdian kepada allah. Mereka tak
mengharapkan imbalan apa pun. Semuanya merupakan usaha untuk mencari ridha
allah dengan terus-menerus melakukan amal baik, dan berlomba-lomba dalam
kebaikan.
Pertanyaan 10
Al-qur’an?
Perlu kami ingatkan bahwa pengertian agama
di sini adalah cara hidup yang bermoral. Cara hidup yang disukai allah. Cara
yang dipilihnya dan yang paling tepat bagi semua jenis manusia. Cara hidup yang
terbebas dari takhyul-takhyul dan mitos-mitos, dan sepenuhnya di bawah
bimbingan al-qur’an.
Agama
menciptakan lingkungan moral yang sangat aman dan nyaman. Sikap anarkis yang
menyebabkan kerusakan pada bangsa negara terhenti sama sekali karena rasa takut
kepada allah. Orang tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan ataupun
berbuat kerusuhan. Orang-orang yang memegang nilai-nilai moral siap bangkit
bagi bangsa dan negaranya serta tidak hendak berhenti untuk berkorban.
Orang-orang semacam ini selalu berusaha untuk kesejahteraan dan keamanan
negaranya.
Di
dalam masyarakat yang mengamalkan moral al-qur’an, orang-orangnya sangat
menghargai satu sama lain. Setiap orang selalu berusaha agar orang lain merasa
nyaman dan aman, karena menurut ajaran islam, solidaritas, persatuan dan
kerjasama merupakan hal yang sangat penting. Setiap orang merasa berkewajiban
untuk mendahulukan kenyamanan dan kepentingan orang lain. Ayat berikut
merupakan contoh moralitas dari orang-orang yang beriman:
Mereka yang lebih dulu tinggal di madinah, dan telah
beriman sebelum mereka datang, mencintai mereka yang datang kepada mereka untuk
berhijrah, dan tak terbetik keinginan di hati mereka akan barang-barang yang
diberikan kepada mereka, melainkan mendahulukan mereka dibanding dirinya
sendiri meskipun mereka sendiri sangat membutuhkannya. Siapa yang terpelihara
dari ketamakan, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (surat al-hashr: 9)
Dalam
lingkungan yang orang-orangnya takut kepada allah, setiap orang berusaha untuk
kesejahteraan masyarakat. Tak seorang pun bersikap boros. Setiap orang bekerja
sama dan bersatu padu sambil memperhatikan kepentingan orang lain. Hasilnya
berupa masyarakat yang kaya dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi.
Masyarakat
demikian kaya akan moral dan material. Kekacauan yang mengandung sikap
memberontak sama sekali sirna. Setiap orang dapat mengekang hawa nafsunya dan
setiap masalah diselesaikan dengan cara yang logis. Segala persoalan dipecahkan
dengan kepala dingin. Dan kehidupan, karenanya, selalu aman tentram.
Pertanyaan
11
Al-qur’an mewajibkan sikap hormat
kepada ibu dan bapak. Allah berfirman dalam al-qur’an:
Telah kami
perintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya; ibunya telah
mengandungnya dengan susah payah dan masa menyapih selama dua tahun: ‘bersyukurlah
kepada-ku dan kepada kedua orang-tuamu. Hanya kepada-ku lah kamu kembali.
(surah luqman: 14)
Dalam keluarga yang mengamalkan moral
al-qur’an tidak terdapat pertengkaran ataupun pertentangan. Selalu nampak sikap
hormat yang tinggi kepada ibu, bapak dan anggota keluarga yang lain. Setiap
orang hidup dalam lingkungan yang menyenangkan.
Pertanyaan
12
Dalam al-qur’an, allah menyebutkan
bahwa keta’atan merupakan sifat yang positif. Seseorang yang memiliki moral
qur’ani akan sepenuhnya patuh dan hormat terhadap negaranya. Dalam masyarakat
islam, setiap orang berusaha untuk kesejahteraan negara dan bangsanya. Tidak
pernah berontak terhadap negara, melainkan mendukung baik secara spiritual
maupun material.
Dalam masyarakat yang terbentuk dari
orang-orang yang takut kepada allah, kasus-kasus hukum tak pernah sampai ke
tingkat persidangan. Seperseribunya pun dari pelanggaran hukum yang terjadi
pada masyarakat sekarang ini tak pernah dialami.
Mengatur negara menjadi
jauh lebih mudah, karena pemerintah tidak perlu mengurus kasus-kasus anarki,
terorisme, kejahatan, pembunuhan. Seluruh kekuatan pemerintah dipusatkan pada
pengembangan dan peningkatan kesejahteraan negeri, di sektor dalam maupun luar
negeri. Karenanya, menghasilkan negara yang sangat kuat.
Pertanyaan
13
Apa manfa’at keta’atan pada moral
Orang-orang yang ta’at pada moral
al-qur’an saling menghargai satu dengan lainnya. Mereka akan selalu berusaha
menciptakan kondisi lingkungan yang telah disetujui bersama. Lingkungan yang
indah dalam segala segi estetika. Karena rasa rindu pada surga, sarana-sarana
dunia digunakan sepenuhnya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan
menyenangkan. Semuanya terasa indah di mata, di telinga dan di seluruh indra
lainnya. Karenanya, seni dan estetika berkembang dalam semua aspek kehidupan
mereka.
Lebih dari itu, orang yang ta’at
kepada agama memiliki hati yang bersih. Karenanya tak ada tekanan dalam
pikirannya, sehingga dapat menciptakan karya seni orisinil yang indah dan unik.
Selain itu, karya mereka ditujukan untuk menyajikan keindahan dan untuk
menyenangkan sesamanya yang ta’at, secara tulus hati dan sungguh-sungguh.
Pertanyaan
14
Apa manfa’at keta’atan pada
moral
Pertama-tama, menjalankan moral
al-qur’an akan menghasilkan anak-anak dan pemuda yang dewasa dan bijaksana. Perilaku tak acuh tidak akan dimiliki oleh anak muda yang
ta’at pada al-qur’an. Keta’atan pada al-qur’an, karenanya, menghasilkan
generasi yang perilakunya baik, pikirannya terbuka, patuh, mau mengalah serta
produktif. Dinamisme, gairah serta semangat mereka diarahkan pada perbuatan
baik. Ketekunan dan daya pikir mereka berkembang. Dalam lingkungan demikian,
pelajarnya tidak hanya mengutamakan kelulusan atau penghindaran dari hukuman,
melainkan berkeinginan untuk memberikan kontribusi pada bangsa dan negaranya.
Tak pernah terdengar adanya
pelanggaran disiplin di sekolah. Lingkungan pendidikannya sangat tentram,
konstruktif dan produktif. Kerja sama antara guru dan pelajar berlandaskan pada
kepatuhan, rasa hormat dan toleransi. Para pelajarnya menjadi sangat hormat dan
patuh pada negara dan aparat keamanan. Demonstrasi-demonstrasi pelajar yang
sering kita lihat sekarang ini tidak pernah terjadi karena memang tidak ada
perlunya.
Pertanyaan
15
Dalam masyarakat yang menjalankan
moral al-qur’an, lingkungan kerjanya mengandung sikap saling memahami,
kerjasama dan keadilan. Pemberi kerja memperhatikan kesehatan karyawannya dan
memelihara kesehatan lingkungan kerja dengan sangat baik. Dengan pikiran bahwa
karyawan akan bekerja dalam waktu yang cukup lama, mereka selalu berusaha
menciptakan fasilitas kerja yang indah dan menarik. Karyawannya digaji dengan
upah yang layak. Tak satu karyawanpun mengalami perlakuan buruk. Pihak atasan
selalu memperhatikan kondisi keluarga setiap karyawan. Mereka selalu
bersungguh-sungguh dan berusaha melindungi keluarga karyawan. Tak pernah ada
penindasan dari yang kuat terhadap yang lemah. Perilaku tak bermoral seperti
ucapan dengki, atau mencegah keberhasilan orang lain karena rasa cemburu, tak
pernah terjadi.
Hubungan antara pemberi kerja dan
karyawan bukan berdasarkan pada kepentingan pribadi dan akal-akalan, melainkan
berdasarkan kerjasama dan rasa saling percaya. Karyawan memperhatikan
kepentingan dan tujuan perusahaan. Mereka tak pernah boros dan berpikiran bahwa
“bos memang layak membayarnya”. Mereka akan bekerja sebaik-baiknya. Moral yang
baik membuatnya tak pernah disalahkan, bahkan dilindungi oleh atasan.
Pertanyaan
16
Syirik berarti menganggap seseorang atau
benda lain atau suatu konsep sebagai wujud yang setara atau lebih tinggi dari
allah. Anggapan seperti ini bisa dari segi penilaian, sifat keberartian, rasa
lebih menyukai, atau keunggulan, yang disertai dengan perbuatan-perbuatan yang
mendukungnya. Hal seperti inilah yang disebut sebagai “mempersekutukan allah
dengan tuhan yang lain”. Dengan kata lain, menganggap bahwa seseorang atau
benda lain memiliki sifat-sifat allah, sama artinya dengan mempersekutukan
allah.
Allah menyebutkan dalam al-qur’an bahwa
dosa syirik tak akan diampuni:
Allah tak mengampuni dosa syirik,
dan dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang dikehendakinya. Barang siapa
mempersekutukan allah, sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (surat
an-nisa: 48)
pertanyan 17
Apa arti
“memuja berhala”?
Menurut adat,
kata “memuja berhala” berarti menyembah benda atau wujud tertentu. Namun sebenarnya, maknanya
lebih luas dan tidak terbatas pada pengertian tersebut.
Di setiap masa, selalu ada manusia
yang mempersekutukan allah, mengambil tuhan lain dan menyembah pujaannya atau
patung-patung. Memberhalakan sesuatu tidak selalu berarti bahwa pemujanya
mengatakan “ini tuhan yang saya sembah”. Tidak juga berarti bahwa ia mesti
bersujud dihadapannya.
Pada dasarnya, menyembah berhala dapat
berarti rasa suka seseorang terhadap sesuatu melebihi rasa sukanya kepada
allah. Misalnya, lebih menyukai ridha seseorang dibanding ridha allah, atau
lebih takut kepada seseorang dibanding rasa takut kepada allah, atau lebih
mencintai seseorang dibanding cintanya kepada allah.
Di dalam al-qur’an, allah menyatakan
bahwa sesuatu yang disekutukan dengan allah tidak akan bisa menolong orang yang
mempersekutukannya.
Sesungguhnya
apa yang kamu sembah selain allah adalah berhala. Dan kamu membuat dusta.
Sungguh yang kamu sembah itu tak mampu memberikan rezki kepadamu. Maka mintalah
rezki itu dari sisi allah dan sembahlah dia dan bersyukurlah kepadanya.
Kepadanya lah engkau akan dikembalikan. (surat al-ankabut: 17)
Pertanyaan
18
Pertama-tama, seseorang harus
menegaskan dalam hatinya bahwa allah lah satu-satunya tuhan. Dia lah pemilik
segala kekuasaan, tak ada sesuatu pun selain allah yang berkuasa untuk memberi
pertolongan ataupun mendatangkan bahaya. Seseorang yang meyakini kebenaran ini,
hanya mengabdi kepada allah dan tidak pernah mempersekutukannya.
Allah mengingatkan manusia untuk
berpaling hanya kepadanya agar selamat dari syirik.
Hanya dia
lah yang kamu seru, dan jika dia menghendaki, dia menghilangkan kesusahan kamu;
kemudian engkau tinggalkan apa yang engkau persekutukan dengannya. (surat
al-an’am: 41)
Perubahan radikal yang dialami
seseorang yang terbebas dari mempersekutukan allah dan kembali hanya kepada
allah, mula-mula terjadi di dalam hatinya. Pandangan dan pikiran orang ini
selanjutnya berubah seratus delapan puluh derajat. Yang tadinya mengejar
kehidupan di bawah pengaruh faham tertentu dan bersikap tak peduli (jahil),
kini menjalani hidupnya semata untuk mengejar ridha allah.
Pertanyaa 19
Apa yang akan anda lakukan jika tempat
tinggal anda mengalami bencana banjir? Apakah anda akan naik ke lantai
tertinggi dan menunggu tim penyelamat, ataukah naik dari lantai ke lantai
sejalan dengan naiknya air? Saat anda naik ke atap, apakah anda akan
menggunakan tangga ataukah elevator? Jelas bahwa tindakan yang paling bijaksana
pada kondisi seperti itu adalah memilih alternatif yang akan menyelamatkan
anda, yakni alternatif yang memberikan hasil tercepat. Alternatif lainnya tak
perlu dilihat lagi. Dalam situasi ini, yang terbaik adalah naik ke lantai
teratas dengan menggunakan elevator. Demikian lah cara “memilih jalan terbaik”.
Kaum yang beriman menggunakan semua
sarana material dan spiritual pada setiap jam, bahkan setiap detik kehidupannya
sesuai dengan kehendak allah. Jika harus memilih di antara beberapa alternatif,
dia memilihnya dengan arif dan mendengarkan hati nuraninya. Dan pilihan yang
diambilnya ditujukan untuk mengharap ridha allah. Dengan cara ini, ia bertindak
sesuai dengan ridha allah pada tingkatan yang tertinggi.
Pertanyaan 20
Setiap orang pasti tahu bahwa
tangannya akan terbakar jika terkena api. Ia tak perlu berpikir lagi apakah
akan benar-benar terbakar atau tidak. Artinya, ia memiliki keyakinan penuh
bahwa api tersebut akan membakarnya. Keyakinan seperti ini disebutkan dalam
al-qur’an sebagai berikut:
Ini lah
(qur’an) pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang sungguh-sungguh
meyakininya. (surat al-jatsiyyah: 20)
“memiliki keimanan sepenuh hati”
artinya mempercayai keberadaan allah dan keesaannya, hari kebangkitan, surga
dan neraka dengan sepenuh-penuhnya keyakinan, tanpa ragu sedikitpun akan
kebenarannya. Layaknya mempercayai keberadaan orang-orang disekitar kita yang
kita lihat dan kita ajak bicara, seperti halnya pengetahuan intuitif terhadap
contoh api di atas. Keimanan penuh yang tumbuh di hati orang tersebut akan
mendorongnya untuk selalu beramal dengan cara yang diridhai allah di setiap
saat.
Pertanyaan
21
Pada orang yang takut kepadanya, allah
selalu memberi tahu tindakan mana yang paling tepat melalui hati nurani. Dalam
sebuah ayat, allah berfirman:
Hai
orang-orang beriman! Jika engkau takut (bertaqwa) kepada allah, niscaya dia
memberimu furqon (yang dengannya engkau membedakan yang benar dari yang salah)
dan menghapuskan segala kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan allah mempunyai
karunia yang besar. (surat al-anfal: 29)
Mesti diingat bahwa suara pertama yang
didengar individu di dalam hatinya adalah suara nurani yang membantunya
membedakan yang benar dari yang salah. Suara ini lah yang memberitahukan
perbuatan yang diridhai allah. Orang yang takut kepada allah sampai kepada
kebenaran dengan jalan mendengarkan kepada hati nuraninya.
Pertanyaan
22
Semua alternatif lain yang muncul
setelah kata hati adalah “suara hawa nafsu” yang berusaha menghapus kata hati.
Hawa nafsu berusaha sekuat tenaga untuk mencegah seseorang untuk melakukan
perberbuatan yang benar dan mendorong kepada perbuatan buruk.
Suara ini mungkin tidak nampak jelas.
Bisa muncul berupa serangkaian alasan yang nampaknya masuk akal. Pengaruhnya
bisa menyebabkan seseorang berpikiran “semua ini (hati nurani) tak berarti sama
sekali”. Kenyataan ini disebutkan allah dalam al-qur’an:
“dan jiwa
yang allah sempurnakan dan ilhamkan padanya pengetahuan akan dosa dan
ketaqwaan. Sungguh beruntung orang-orang yang menyucikan jiwa.” (surat
asy-syams: 7-9)
Ayat di atas menyatakan bahwa manusia
merupakan sasaran dosa (hawa nafsu), namun diberi kesadaran bahwa ia mempunyai
kewajiban untuk menghindarinya. Manusia diuji untuk memilih antara kebaikan dan
keburukan.
Pertanyaan
23
Allah
mengeluarkanmu dari perut ibumu tanpa mengetahui sesuatu apapun, dan dia
memberimu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (surat
an-nahl: 78)
Proses
penglihatan terjadi secara bertahap. Saat mata melihat benda, kumpulan cahaya (foton) bergerak
dari benda menuju mata. Cahaya ini menembus lensa mata yang selanjutnya
membiaskannya dan menjatuhkannya secara terbalik di retina mata – bagian
belakang mata. Sinar yang jatuh di retina mata ini di ubah menjadi
sinyal-sinyal listrik dan diteruskan oleh syaraf-syaraf neuron ke sebuah bintik
kecil di bagian belakang otak yang disebut pusat penglihatan. Di dalam pusat
penglihatan inilah, sinyal listrik ini diterima sebagai sebuah bayangan setelah
mengalami sederetan proses. Dalam bintik kecil inilah sebenarnya penglihatan
terjadi, di bagian belakang otak yang sama sekali gelap dan terlindung dari
cahaya.
Saat mengatakan “kita melihat”,
sebenarnya kita hanya melihat efek-efek impuls yang sampai ke mata kita dan
diteruskan ke otak kita setelah diubah menjadi sinyal-sinyal listrik. Jadi,
saat kita mengatakan “kita melihat”, sebenarnya kita hanya melihat
sinyal-sinyal listrik di dalam otak kita.
Buku yang sedang anda baca serta
pemandangan yang terbentang di kaki langit termuat dalam ruang kecil di dalam
otak ini. Hal yang serupa terjadi dengan persepsi lain yang anda tangkap
melalui keempat indra lainnya.
Pertanyaan
24
Seluruh informasi yang kita miliki
tentang dunia luar, sampai kepada kita melalui kelima indra kita. Dunia yang
kita tahu terdiri dari apa yang kita lihat dengan mata, yang kita dengar lewat
telinga, yang kita cium dengan hidung, yang kita rasa dengan lidah, dan yang
kita rasa lewat sentuhan kulit. Riset modern mengungkapkan bahwa persepsi kita
hanyalah respons-respons otak terhadap sinyal-sinyal listrik. Berdasarkan hal
ini, orang yang kita lihat, warna-warna, rasa keras melalui sentuhan, dan
segala sesuatu yang kita miliki dan yang kita terima sebagai dunia luar,
hanyalah sinyal-sinyal listrik yang sampai ke otak kita.
Contohnya sebuah apel: sinyal-sinyal
listrik yang berkenaan dengan rasa, bau, rupa dan kekerasan buah apel sampai ke
otak kita melalui syaraf-syaraf dan membentuk gambarannya di dalam otak. Jika
syaraf menuju otak terputus, persepsi yang berkenaan dengan buah apel ini akan
lenyap. Yang kita indra sebagai apel, sebenarnya merupakan kumpulan persepsi-persepsi
yang sampai ke otak kita. Kita tak pernah bisa memastikan bahwa “kumpulan
persepsi-persepsi” ini benar-benar ada di luar kita. Kita tak memiliki
kesempatan untuk bisa keluar dari otak kita dan menyentuh sesuatu yang ada di
luar: yang kita miliki hanyalah persepsi-persepsi kita.
pertanyaan
25
Kita tak pernah tahu apakah dunia luar
benar-benar ada, karena setiap benda hanyalah kumpulan persepsi-persepsi. Dan
persepsi-persepsi ini hanya ada dalam pikiran kita. Maka, satu-satunya dunia
yang benar-benar ada adalah dunia persepsi-persepsi. Satu-satunya dunia yang
kita tahu hanyalah dunia yang ada dalam pikiran kita; dunia yang dirancang,
direkam, dan hidup di sana. Pendek kata, dunia yang diciptakan dalam pikiran
kita. Itulah satu-satunya dunia yang kita yakini keberadaannya.
Pertanyaan
26
Benar, kita tertipu dengan keyakinan
pada persepsi-persepsi tanpa ada korelasi material yang nyata. Demikian ini
karena kita tak pernah bisa membuktikan bahwa persepsi-persepsi yang kita
tangkap melalui otak memiliki korelasi material. Persepsi-persepsi itu bisa
saja timbul dari suatu sumber “buatan”. Kita sering mengalaminya dalam mimpi kita.
Kita seolah mengalami suatu kejadian, melihat orang-orang, benda dan
susunan-susunan yang seolah nyata. Padahal kenyataanya tidak ada, hanya
persepsi-persepsi saja. Tak ada perbedan mendasar antara mimpi dan “dunia
nyata”; keduanya sama-sama dialami dalam otak.
Pertanyaan
27
Karena otak kita pun merupakan bagian
dari dunia fisik seperti halnya tangan, kaki, atau benda lainnya, maka otak pun
merupakan persepsi seperti yang lainnya. Mimpi merupakan contoh yang baik untuk
menjelaskan masalah ini. Anggaplah kita sedang melihat sebuah mimpi. Dalam
mimpi itu, kita memiliki tubuh khayalan, tangan khayalan, mata khayalan, dan
otak khayalan. Jika dalam mimpi ini, kita ditanya, “di mana anda melihat?” Kita
akan menjawab “saya melihat dalam otak saya”. Padahal sebenarnya, tidak ada
otak di sana, melainkan hanya kepala dan otak khayalan. Wujud yang melihat
bukanlah otak khayalan dalam mimpi, melainkan “wujud” yang derajatnya jauh
lebih tinggi dari itu.
Pertanyaan
28
Sejauh ini, kita meyakini bahwa yang
melakukan pengindraan adalah otak. Namun jika kemudian kita analisis otak ini,
yang kita dapatkan hanyalah molekul-molekul lemak dan protein, yang juga ada
pada organisme-organisme hidup lain. Artinya bahwa di dalam gumpalan daging
yang kita sebut sebagai “otak” ini, tak ada sesuatu apapun yang bisa mengamati,
yang memiliki kesadaran, atau yang menciptakan wujud yang kita sebut sebagai “diri
pribadi”.
Jelas bahwa wujud yang melihat,
mendengar dan merasakan ini bersifat supra-material. Wujud ini “hidup” dan
tidak berupa materi ataupun gambaran dari materi. Wujud ini bersekutu dengan
persepsi-persepsi di depannya dengan menggunakan gambaran tubuh kita.
Wujud ini adalah “ruh”. Allah
menyatakannya dalam al-qur’an:
Mereka
bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ‘ruh itu termasuk urusan allah. Dan
tidaklah kamu diberi pengetahuan tentangnya melainkan sedikit. (surat al-isra’:
85)
Pertanyaan 29
Seperti telah dijelaskan sebelumnya,
materi tidak memiliki wujud yang dapat mengatur dirinya sendiri. Materi hanyalah
sebuah persepsi, sesuatu yang sifatnya “artifisial” (buatan). Karenanya,
persepsi-persepsi ini mestinya disebabkan oleh kekuatan lain. Dengan kata lain,
persepsi adalah sesuatu yang diciptakan. Jelas bahwa ada sang pencipta. Yang
menciptakan seluruh alam material, yakni kumpulan persepsi-persepsi, yang
diciptakannya tanpa henti. Pencipta ini adalah allah yang maha kuasa. Fakta
bahwa langit dan bumi bukanlah sesuatu yang stabil, dan keberadaanya hanyalah
karena diciptakan allah. Semuanyanya akan lenyap setelah dia menghentikan
penciptaannya. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut ini:
Allah lah
yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap. Sungguh jika keduanya lenyap,
tak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya kecuali allah. Sungguh dia maha
penyantun lagi maha pengampun. (surat fatir: 41)
Pertanyaan
30
Materi tersusun hanya dari
persepsi-persepsi. Satu-satunya wujud nyata dan mutlak hanyalah allah. Artinya,
hanya allah lah yang ada; segala sesuatu selain dia hanyalah wujud semu.
Karenanya allah “ada dimana-mana” dan meliputi segala sesuatu. Segala yang ada
merupakan gambaran yang allah proyeksikan kepada kita.
Karena setiap wujud material merupakan
persepsi, maka ia tak dapat melihat allah. Sebaliknya, allah melihat seluruh
materi yang diciptakannya dalam berbagai bentuknya. Artinya, kita tak dapat
menangkap wujud allah dengan mata kita, namun allah meliputi kita dari dalam,
dari luar, dalam pandangan dan pikiran. Kita tak mampu mengucapkan perkataan
apapun selain dengan pengetahuan dan ijinnya, bahkan tanpa dia bernafaspun
tidak akan bisa.
Meskipun kita melihat
persepsi-persepsi ini di sepanjang hidup kita, wujud terdekat kepada kita
bukanlah salah satu di antaranya, melainkan allah sendiri. Rahasia ayat berikut
tersembunyi dalam kenyataan ini:
“dia lah
yang menciptakan manusia, dan kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya;
karena kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya (sendiri). (surat qaf:
16)
Jika manusia berpikiran bahwa tubuhnya
hanya terdiri dari “materi”, ia tidak akan dapat memahami fakta penting ini.
Jika ia menganggap otaknya sebagai “dirinya”, maka letak dunia luar adalah
20-30 cm dari dirinya. Namun jika dia mengerti bahwa materi hanya lah
imajinasi, maka pengertian luar, dalam, jauh ataupun dekat tak memiliki arti
sama sekali. Allah meliputi dirinya dan dia “sangat dekat” kepada dirinya.
Pertanyaan
31
Menurut al-qur’an, cinta sejati
menuntut kepatuhan kepada allah dan menghindari apa yang tidak diridhainya.
Jika kita perhatikan kehidupan dan perbuatan orang-orang yang merasa yakin
bahwa cinta saja sudah cukup, dapat kita lihat bahwa mereka tidak teguh dengan
pendiriannya itu. Sebaliknya, seseorang yang mencintai allah dengan setulus
hati, sangat patuh kepada perintahnya. Ia menghindari hal-hal yang dilarangnya
serta memelihara dirinya dengan perbuatan-perbuatan yang diridhai allah. Ia
menunjukkan cintanya dengan mencari ridha tuhannya di setiap saat dengan rasa
segan, keyakinan, kepatuhan dan kesetiaan kepadanya.
Karena sikap prihatinnya itu, ia
sangat takut akan kehilangan ridhanya atau menimbulkan murkanya. Mengungkapkan
cinta hanya di bibir saja, namun hidup dengan melewati batas-batas yang
dilarang allah, tentunya merupakan sikap yang munafik. Allah memerintahkan
manusia untuk takut kepadanya:
Bertaubatlah
kepadanya dan takutlah kepadanya, serta dirikanlah shalat, dan janganlah kamu
termasuk orang-orang yang memepersekutukan allah. (surat ar-rum: 31)
Pertanyaan
32
Setiap orang yang menyadari keberadaan
allah dan mengenal sifat-sifatnya yang agung merasa sangat takut kepada allah.
Selain maha pengasih dan maha penyayang, allah juga adalah al-qohhar (maha
menguasai), al-hasib (maha membuat perhitungan), al-muazzib (maha menghukum),
al-muntaqim (maha penyiksa), al-saiq (yang memasukkan ke neraka). Karenanya,
umat islam takut kepada allah yang gaib. Mereka mengetahui tak ada seorang pun
yang bisa selamat dari hukumannya, karena mereka tahu harus
mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Mereka selalu berusaha menghindari
perilaku yang tidak disukai allah.
Harus difahami bahwa takut di sini
memiliki konotasi yang berbeda dengan pengertian takut pada masyarakat tak
beragama. Takut di sini memberikan rasa aman bagi yang mengimaninya, dan
memotivasi untuk beramal mencari ridha allah.
Berikut ini adalah perintah allah
kepada orang-orang yang beriman:
Maka
takutlah kepada allah menurut kesanggupanmu, dan dengarlah serta ta’atlah; dan
nafkahkanlah apa yang baik bagi dirimu. Barangsiapa terpelihara dari kekikiran,
mereka itulah orang-orang yang beruntung. (surat at-taghabun: 16)
Pertanyaan
33
Allah menurunkan al-qur’an untuk
menjadi petunjuk bagi semua orang. Itulah sebabnya al-qur’an sangat jelas dan
mudah difahami. Allah pun menekankan sifat ini: “sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari allah, dan kitab yang
terang.” (surat al-maidah: 15) ayat lain yang lebih mempertegas hal itu
adalah:
Demikianlah
kami menurunkan al-qur’an dengan ayat-ayat yang nyata. Allah memberi petunjuk
kepada orang-orang yang dia kehendaki. (surat al-hajj: 16)
Namun, untuk dapat melihat
kebijaksanaan dalam al-qur’an dan untuk memahami kemuliaannya, seseorang harus
membacanya dengan hati yang tulus dan selalu berpikir sesuai dengan hati
nuraninya.
Pertanyaan
34
Al-qur’an
merupakan satu-satunya petunjuk bagi orang yang beriman di sepanjang hidupnya.
Dalam sebuah ayatnya, allah memerintahkan istri-istri rasul untuk membaca dan
mengingat ayat-ayat allah serta hikmah (sunnah nabi) di rumah-rumah mereka
(surat al-ahzab: 34).
Praktek seperti ini diperintahkan pula kepada umat yang beriman saat itu.
Ketika ayat ini sampai kepada mereka dengan jelas, mereka membaca naskah
al-qur’an di rumah-rumah mereka serta menghapalnya. Bagi kita, akan lebih utama
jika membaca al-qur’an sambil mengamalkannya dengan rajin.
Pertanyaan
35
Allah menurunkan al-qur’an sebagai
petunjuk bagi seluruh dunia di sepanjang masa:
Inilah
penerang bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang
yang beriman. (surat ali imran: 138)
Allah memberikan contoh-contoh dalam
al-qur’an berdasarkan peristiwa-peristiwa di masa lampau agar manusia yang
hidup di sepanjang jaman menjadi waspada dan tidak mengulang kesalahan yang
sama. Peristiwa-peristiwa serupa yang disebutkan dalam al-qur’an bisa saja
dialami seseorang, bahkan di jaman sekarang ini.
Pertanyaan
36
Al-qur’an dilindungi
allah. Ia
diturunkan 1400 tahun yang lalu dan tidak mengalami perubahan sedikitpun hingga
saat ini. Kebenaran ini dinyatakan allah dalam ayat berikut:
Kami lah
yang menurunkan peringatan (al-qur’an) dan sungguh kami yang memeliharanya.
(surat al-hijr: 9)
Telah
sempurna kalimat tuhanmu (al-qur’an) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tak
ada yang dapat merubah kalimat-kalimatnya. Dia maha mendengar lagi maha
mengetahui. (surat al-an‘am: 115)
Janji allah ini sudah cukup bagi
orang-orang yang beriman. Malah, allah telah menunjukkan bahwa al-qur’an
merupakan kitab kebenaran yang mengandung keajaiban ilmiah dan keajaiban
numerik.
Pertanyaan
37
Meskipun al-qur’an diwahyukan 1400
tahun yang lalu, di dalamnya mengandung fakta-fakta ilmiah yang sama sekali tak
diketahui pada saat itu. Fakta-fakta tersebut baru ditemukan pada jaman kita
melalui peralatan ilmiah dan teknologi mutakhir. Ciri ini jelas menunjukkan
keaslian al-qur’an sebagai wahyu yang berasal dari allah. Berikut adalah
beberapa contoh dari keajaiban tersebut:
Temuan terbesar abad 2000 menyatakan bahwa alam semesta terus mengembang.
Namun, fakta ini telah allah sampaikan kepada kita 1400 tahun yang lalu
dalam ayat ke-47 surat az-zariyat:
Kamilah yang
membangun alam semesta dengan kekuasan kami, dan sungguh, kami terus
mengembangkannya. (surat adh-dhariyat: 47)
Pergerakan benda-benda langit dalam
orbitnya yang tetap, dinyatakan al-qur’an berabad-abad yang lampau:
Dan dia lah
yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan, masing-masing bergerak
dalam garis edarnya. (surat al-anbiya: 33)
Jika kita teliti makna kata arabnya
dari ayat yang menyebutkan kata ‘matahari’ dan ‘bulan’, kita akan mendapatkan
sifat-sifat yang menarik. Dalam ayat-ayat tersebut, kata siraj (pelita) dan
wahhaj (menyala terang) digunakan untuk matahari. Sementara untuk bulan
digunakan kata munir (berkilau, menerangi). Kita tahu bahwa matahari
menghasilkan panas dan sinar yang dahsyat sebagai akibat dari reaksi-reaksi
nuklir di dalamnya, sementara bulan hanya memantulkan cahaya yang datang dari
matahari. Pemisahan ini dinyatakan sebagai berikut:
Tidakkah
kamu perhatikan bagaimana allah membuat tujuh langit dengan penuh serasi satu
dengan lainnya, dan membuat bulan sebagai cahaya, dan membuat matahari sebagai
pelita? (surat nuh: 15-16)
Sifat angin sebagai sarana
“penyerbukan” disebutkan dalam al-qur’an surat al-hijr ayat ke-22:
Dan kami
tiupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit,
dan kami beri minum kamu dengan air itu. (surat al-hijr: 22)
Kata arab “penyerbuk” merujuk pada
efek terhadap tumbuhan maupun awan. Sains moderen dalam bidang ini menunjukkan
bahwa angin memang memiliki kedua fungsi ini.
keajaiban al-qur’an lainnya ditegaskan dalam
ayat berikut ini:
Dia
menciptakan langit dan bumi untuk tujuan kebenaran. Dia menutup malam atas
siang, dan menutup siang atas malam. . . (surat az-zumar: 5)
Dalam ayat ini, saling menutupnya
(membungkus) antara siang dan malam diuraikan dengan kata “takwir”. Dalam
bahasa kita, kata ini berarti membuat sesuatu bertumpang tindih, terlipat
seperti kain yang digulungkan. Dalam kamus bahasa arab, kata ini menerangkan
suatu tindakan membungkus sesuatu dengan melilitinya, seperti halnya membungkus
kepala dengan turban. Karenanya, secara implisit ayat ini merupakan informasi
akurat mengenai bentuk bumi. Sebuah ungkapan yang tepat bagi bentuk bumi yang
bulat. Artinya, bulatnya bentuk bumi telah diisyaratkan dalam al-qur’an pada
abad ke-7.
Pertanyaan
38
Al-qur’an juga
mengandung keajaiban numerik. Penyisipan
angka “19” secara terkode dalam ayat-ayat tertentu, dan jumlah pengulangan
kata-kata tertentu merupakan contohnya.
Pengulangan kata: di dalam al-qur’an,
beberapa kata diulang-ulang dengan jumlah pengulangan yang sama. Misalnya:
1. Frasa “tujuh langit” diulang
sebanyak 7 kali.
2. Kata “dunia” dan “akhirat”
sama-sama diulang sebanyak 115 kali.
3. Kata “hari” diulang sebanyak 365
kali, sementara kata “bulan” diulang sebanyak 12 kali.
4. Kata “iman” (tanpa melihat jenis
kelamin) diulang sebanyak 25 kali di sepanjang al-qur’an. Demikian pula kata
“khianat” (suami terhadap istri atau sebaliknya) dan kata “kufur” (menutupi kebenaran).
5. Jika kita hitung kata “katakanlah”,
jumlahnya ada 332. Akan didapat jumlah yang sama jika kita menghitung jumlah
pengulangan frase “mereka berkata/mengatakan”.
6. Kata “setan” digunakan sebanyak 88
kali. Kata “malaikat” pun diulang sebanyak 88 kali.
Keajaiban
angka 19: angka 19 disebut dalam al-qur’an dalam pernyataan tentang neraka: “ia
dijaga oleh sembilan belas penjaga.” (surat al-mudatsir: 30). Angka ini juga dikodekan
dalam ayat qur’an lainnya. Misalnya:
“dengan nama allah, yang maha pengasih
lagi maha penyayang.”
Kalimat yang kita temui pada setiap
permulan surat ini memiliki 19 huruf.
Al-qur’an terdiri dari 114 surat;
angka 114 merupakan kelipatan dari 19, sama dengan 6 dikali 19.
Ada banyak angka kelipatan 19 lainnya:
Jumlah kata “allah” dalam al-qur’an
adalah 2698 (19 x 142);
Jumlah kata “maha penyayang” dalam
al-qur’an adalah 114 (19 x 6);
Jika kita tambahkan semua angka dalam
al-qur’an (tanpa menghitung pengulangannya), kita akan mendapatkan angka
162.146, yakni 19 x 8534;
Surat pertama yang diwahyukan terdiri
dari 19 ayat.
Banyak contoh lain yang tak terhitung
jumlahnya.
Pertanyaan
39
Sekarang ini, allah membuat manusia
hidup dalam dunia persepsi. Sebuah ciptaan yang sempurna dan indah, dengan
tampilan tiga dimensi serta penuh warna dan cahaya. Allah yang menciptakan
dunia ini tentu saja mampu menciptakan alam yang jauh lebih indah lagi.
Seperti halnya gambaran alam yang
allah bentuk dalam otak manusia, dia pun berkuasa untuk mengalihkan manusia ke
dimensi lain setelah kematian manusia. Dia akan menunjukkan gambaran-gambaran
dalam lingkungan yang berbeda. Alam dengan dimensi lain itu adalah alam
akhirat.
Pertanyaan
40
Reinkarnasi adalah takhyul yang tidak
berdasar. Pendapat ini berasal dari orang-orang tak beragama yang berpikiran
bahwa manusia akan “menghilang setelah kematian”. Atau timbul pada orang-orang
yang merasa takut untuk memasuki alam akhirat setelah kematian. Bagi kedua
kelompok manusia ini, kembali ke dunia lagi setelah kematian merupakan suatu
harapan yang menarik.
Dalam banyak ayatnya, al-qur’an
menyebutkan bahwa hanya ada sekali kehidupan di dunia ini. Tempat dimana
manusia diuji amal perbuatannya. Disebutkan pula bahwa setelah kematian tidak
ada arah kembali ke dunia ini. Manusia hanya mati sekali saja. Ini ditegaskan
dalam ayat berikut ini:
Mereka tidak
akan merasakan kematian di dalamnya kecuali sekali saja. Tuhanmu memelihara
mereka dari azab api neraka. (surat ad-dukhan: 56)
Pertanyaan
41
Bagi manusia,
mati tidak berarti menghilang. Kematian
merupakan suatu peralihan ke kampung akhirat, tempat tinggal yang sebenarnya.
Kematian memutuskan hubungan seseorang dengan tatanan dunia, termasuk tubuhnya
yang ada dalam tatanan ini. Saat hubungan antara tubuh dan ruh terputus, yakni
setelah kematian, ruh mulai berhubungan dengan gambaran akhirat. Tabir di depan
matanya tersingkap, kemudian sadarlah ia bahwa mati bukan berarti menghilang
seperti anggapannya. Ia memulai kehidupan akhirat seperti memulai hari-harinya
saat terbangun dari tidurnya. Ia dibangkitkan dari kematian. Hal ini dinyatakan
dalam al-qur’an: “dia lah yang memberi
kehidupan dan menyebabkan kematian. Jika dia menghendaki sesuatu, dia hanya
mengatakan, “jadilah” maka jadilah. (surat ghafir: 68) peralihan manusia
ke alam akhirat terjadi dengan sebuah perintah allah seperti itu.
Pertanyaan
42
Apakah
orang-orang yang berbuat kejahatan itu menyangka bahwa kami akan menjadikan
mereka seperti orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh, yakni kehidupan
dan kematian mereka akan sama? Amat buruklah persangkaan mereka itu! (surat
al-jatsiyah: 21)
Kematian spiritual yang dialami
manusia telah diterangkan dalam al-qur’an. Dan karenanya jelas bahwa kematian
spiritual berbeda dengan kematian tubuh secara klinis. Dinyatakan di dalam
al-qur’an bahwa peristiwa-peristiwa tertentu terjadi saat kematian.
Peristiwa-peristiwa itu hanya bisa dilihat oleh yang mengalaminya, namun tidak
dapat dilihat orang lain.
Sebagai contoh, seorang yang kafir
yang tak percaya akan keberadaan allah nampak seolah mati dengan tenang, layaknya
sedang tidur. Padahal kenyataannya, ruhnya yang beralih ke dimensi lain
mengalami rasa sakit yang amat berat. Sebaliknya, ruh orang beriman yang nampak
menderita saat kematiannya, dicabut nyawanya oleh malaikat maut dengan lembut
perlahan-lahan.
Peristiwa yang dialami orang beriman
dan orang yang kafir di saat kematiannya berbeda sama sekali. Dalam al-qur’an
disebutkan bahwa orang yang kafir akan mengalami hal berikut saat kematiannya:
Jiwanya akan dipukul di bagian
punggung dan mukanya.
Mereka mengalami siksa kematian yang
pedih.
Malaikat-malaikat mengabari mereka
dengan siksaan yang kekal.
Ruhnya akan dicabut dengan kasar dari
tubuhnya.
Sementara bagi orang-orang yang
beriman:
Ruhnya dicabut dengan lembut dan
perlahan-lahan dari tubuhnya.
Mereka disambut para malikat dengan
ramah disertai ucapan salam.
Saat malaikat mencabut ruhnya, mereka
dikabari berita surga.
Pertanyaan
43
Allah menyatakan dalam al-qur’an bahwa
seluruh mahluk akan mengalami kematian, termasuk alam semesta ini. Semua
binatang, tumbuhan, manusia akan mati. Planet-planet, juga bintang-bintang dan
matahari akan mati. Pada hari kiamat, semua wujud materi mati dan hancur.
Peristiwa kiamat merupakan peristiwa yang paling dahsyat yang pernah dialami
manusia. Peristiwa ini dirujuk dalam al-qur’an sebagai berikut:
Namun manusia masih hendak mengingkari
apa yang dihadapan mereka, dan bertanya, ‘bilakah datangnya kiamat itu?’
Maka apabila
mata terbelalak (ketakutan),
Dan apabila
bulan telah hilang cahayanya.
Dan matahari
dan bulan dikumpul (bertabrakan).
Pada hari
itu manusia akan bertanya: ‘kemana tempat berlari?’
Sekali-kali
tidak! Tak ada tempat berlindung.
Hanya kepada
tuhanmulah hari itu tempat kembali.
Pada hari itu
diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang
dilalaikannya. (surat al-qiyamah: 5-13)
Pertanyaan
44
Hari kiamat
dimulai dengan tiupan sangkakala. Bersamaan dengan gempa yang dahsyat dan
ledakan yang memekakkan telinga, seluruh manusia di muka bumi menyadari bahwa
mereka sedang menghadapi bencana yang menakutkan. Bumi dan langit terbelah dan
alam semesta pun berakhirlah. Tak ada kehidupan yang tersisa di muka bumi. Saat
tiupan sangkakala yang kedua dibunyikan, manusia dibangkitkan dan dicabut
keluar dari kuburnya. (surat az-zumar: 39,68)
Seluruh manusia menyaksikan peristiwa
yang berkembang setelah kebangkitan.
Namun allah menjamin bahwa orang-orang
yang beriman akan terjaga dengan aman dan tentram, dan terbebas dari rasa takut
terhadap hari kiamat:
Barang siapa
membawa kebaikan, maka ia memperoleh balasan yang lebih baik dan selamat dari
kejutan dahsyat hari itu. (surat an-naml: 89)
Pertanyaan
45
Pada hari
perhitungan, setiap orang akan diperiksa amalnya. Pada tahap pertama, segala hal yang
diperbuat selama hidupnya akan ditunjukkan tanpa ada yang terlewat:
“...bahkan
jika ada sesuatu (perbutan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di
langit atau di bumi, niscaya allah akan mengeluarkannya. Sesungguhnya allah
maha halus lagi maha mengetahui.” (surah luqman: 16).
Pada hari itu tak ada satu perbuatan
pun yang dirahasiakan.
Orang bisa saja lupa apa yang
dikerjakannya saat hidup di dunia. Namun allah tidak pernah lupa terhadap
segala perbuatnya, bahkan dia akan menunjukkan kehadapannya pada hari
perhitungan. Pada hari itu, setiap orang diberi catatan amalnya. Juga hasil
timbangan yang adil atas kebaikan dan kejahatannya, tanpa dirugikan sedikitpun.
Selama perhitungan, pendengaran, penglihatan dan kulitnya menjadi saksi atas
perbuatannya selama hidup di dunia. Setelah perhitungan yang menggelisahkan
itu, orang-orang yang tidak beriman digiring ke neraka. Sedangkan orang-orang
beriman menjalani perhitungan yang mudah, dan memasuki surga dengan wajah cerah
dan gembira sebagai hari kemenangan yang besar.
Pertanyaan
46
Allah telah menyatakan dalam al-qur’an
bahwa setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya di dunia.
Setiap orang akan melihat apa yang diperbuatnya, dan tak seorangpun bisa
menolong orang lain. Ini dinyatakan dalam ayat berikut:
Orang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Dan
jika seseorang yang berat dosanya meminta tolong untuk dipikulkan dosanya, tak
ada seorangpun akan memikulkan untuknya meskipun itu kaum kerabatnya... (surat
al-fatir: 18)
pertanyaan
47
Pada hari itu, tidak ada peluang untuk
memperbaiki amal. Meyakini setelah kematian adalah hal yang sia-sia. Al-qur’an
pun menyebutkan bahwa pada hari perhitungan, orang-orang kafir akan memohon
agar diberi kesempatan untuk mengerjakan kewajibannya. Namun permintaan mereka
tak akan diterima. Mereka berharap dapat kembali ke dunia, tetapi permintannya
ditolak. Setelah menyadari tak ada peluang untuk menebus dosa, mereka sangat
menyesal. Keputusasaan dan penyesalan yang bercampur merupakan perasaan yang
menyiksa tiada bandingannya di dunia ini. Mereka sadar akan mendapat hukuman
yang kekal di akhirat, tanpa sedikitpun peluang untuk menghindar:
Dan jika
kamu melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata: ‘kalau saja
kami dikembalikan ke dunia, kami tak akan mengingkari ayat-ayat tuhan kami
serta menjadi orang-orang yang beriman.’ tidak, telah nyata bagi mereka kejahatan
yang dahulu selalu mereka sembunyikan. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia,
mereka akan kembali kepada perbuatan yang dilarang bagi mereka. Dan
sesungguhnya mereka itu pendusta-pendusta belaka. Dan mereka akan berkata,
‘kehidupan itu hanya di dunia saja dan kita sekali-kali tak akan dibangkitkan
kembali.’ dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapakan kepada tuhan
mereka. Allah berfirman, ‘bukankah kebangkitan ini benar?’ mereka berkata,
‘sungguh benar, demi tuhan kami!’ allah berfirman, karena itu rasakanlah azab
ini, karena kamu mengingkarinya.’ (surat al-an’am: 27-30)
Pertanyaan
48
Neraka adalah tempat segala macam
penderitaan, siksaan dan hukuman yang kekal bagi orang-orang yang tidak
beriman. Mengenai hal ini, al-qur’an menerangkan:
Sesungguhnya
neraka itu tempat yang selalu menanti – tempat kembali bagi orang-orang yang
melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak
merasakan kesejukan ataupun mendapat minuman, selain air yang mendidih dan
nanah – sebagai pembalasan yang setimpal. (surat an-naba’: 21-26)
Pertanyaan
49
Ayat-ayat al-qur’an menyebutkan adanya
kehidupan di neraka. Namun kehidupan yang dialami adalah segala macam kehinaan,
penderitaan dan siksaan lahir dan batin.
Dibandingkan dengan kehidupan di
dunia, manusia tak dapat membayangkan bagaimana beratnya siksaan di neraka.
Orang-orang yang tidak beriman mengalami siksaan berat dari berbagai segi, baik
lahir maupun batin. Lagi pula, siksanya tak pernah berhenti ataupun berkurang:
Sekali-kali tidak! Sungguh neraka itu adalah api yang bergejolak, yang
mengelupaskan kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakang dan
berpaling, serta mengumpulkan harta dan menyimpannya (dengan kikir). (surat
al-ma‘arij: 15-18)
Pertanyaan
50
Surga adalah tempat kembali bagi
mereka yang memperhatikan ayat-ayat al-qur’an, menta’ati perintah-perintah
allah dan hidup demi mencari ridha allah. Di dalamnya, mereka hidup kekal dan
mendapatkan apa yang mereka inginkan. Di dalam surga, manusia bisa menikmati
dengan segera segala keindahan yang disukainya, dan kapanpun bebas melakukan
apa yang diinginkannya. Di surga, terdapat segala sesuatu yang dikehendaki
manusia, bahkan lebih dari itu. Pahala berlimpah yang diterima orang-orang yang
beriman disebutkan dalam ayat-ayat berikut:
Hamba-hambaku, tiada kekhawatiran
terhadapmu pada hari ini; tidak pula kamu bersedih hati.
Yaitu orang-orang yang beriman kepada
ayat-ayat kami dan mereka yang dahulunya berserah diri.
Masuklah kamu dan istri-istri kamu ke
dalam surga, dan bergembiralah.
Diedarkan kepada mereka piring-piring
dan piala dari emas, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diinginkan
hati dan sedap dipandang mata. Dan kamu kekal di dalamnya.
Itulah surga
yang akan diwariskan kepadamu untuk amal-amal yang dahulu engkau kerjakan.
(surat az-zukhruf: 68-72)
Pertanyaan
51
...allah
menanamkan kedalam hati mereka keimanan dan menguatkan mereka dengan
pertolongan yang datang dari padanya. Dan allah masukkan mereka kedalam surga
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha
terhadap mereka, dan mereka pun merasa puas terhadapnya. Mereka itulah golongan
allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan allah itulah yang beruntung.
(surat al-mujadilah: 22)
Sifat-sifat lain dari orang beriman,
yang karenanya allah menjanjikan surga kepada mereka, dinyatakan dalam
al-qur’an sebagai berikut:
Mereka yang
beriman dan melakukan amal saleh (surat al-baqarah: 25),
Mereka yang
selalu takut (taqwa) kepada allah (surat ali ‘imran: 15),
Mereka yang
menahan amarahnya (surat ali ‘imran: 134),
Mereka yang
tidak meneruskan perbuatan kejinya (surat ali ‘imran: 135),
Mereka yang
menta’ati allah dan rasulnya (surat an-nisa: 13),
Mereka yang
tetap mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul
allah dan membantunya (surat al-ma‘idah: 12),
Mereka yang
sungguh-sungguh dalam berbuat kebenaran (surat al-ma‘idah: 119),
Mereka yang
beramal baik (surat yunus: 26),
Mereka yang
merendahkan dirinya di hadapan tuhannya (surat hud: 23),
Mereka yang
bertaubat (surat maryam: 60),
Mereka yang
memelihara amanat dan janjinya (surat al-muminun: 8),
Mereka yang
tetap melaksanakan shalat (surat al-muminun: 9),
Mereka yang
berlomba-lomba dalam kebaikan (surah fatir: 32),
Mereka yang
kembali kepada allah dengan taubat yang tulus (surat qaf: 32),
Mereka yang
takut kepada tuhan yang maha pemurah meskipun dia tidak kelihatan, dan datang
dengan hati yang taubat. (surah qaf: 33).
Pertanyaan
52
Dalam setiap masyarakat, ada konsep
umum mengenai “kebajikan” yang ditetapkan oleh masing-masing anggotanya. Pada
masyarakat tertentu, orang yang memberikan uang kepada pengemis, bersikap ramah
kepada orang lain, atau membantu menyelesaikan masalah-masalah orang lain
dianggap sebagai “orang yang melakukan kebajikan”. Namun yang disukai allah
tidak lah terbatas sampai di situ. Orang yang benar-benar “berbuat kebajikan”
adalah yang percaya kepada allah dengan hati yang tulus dan mengatur hidupnya
dengan cara yang diridhai allah. Allah menerangkan hal ini dalam al-qur’an:
Bukanlah
menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. Melainkan
kebajikan itu ialah beriman kepada allah, hari kemudian, malaikat-malaikat,
kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada
kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir, orang yang
meminta-minta dan hamba sahaya; dan yang mendirikan shalat dan menunaikan
zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan
orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitan dan dalam peperangan.
Mereka itulah orang-orang yang benar imannya, dan mereka itulah orang-orang
yang taqwa. (surat al-baqara: 177)
Pertanyaan
53
Dalam masyarakat yang pola hidupnya
tidak sesuai dengan al-qur’an, rasa cinta dan rasa hormat antar sesama diukur
dengan patokan nilai tertentu. Persamaan budaya, pangkat, kecantikan, atau
bahkan cara berpakaian merupakan beberapa di antaranya.
Bagi orang-orang yang beriman, tujuan
sejatinya adalah ridha allah. Oleh karena itu, rasa cinta kepada sesama
berpatokan pada rasa cintanya kepada allah. Karena cintanya kepada allah lah,
mereka mencintai dan mengasihi apa yang diciptakan allah. Dan karenanya pula
mereka tidak pernah berteman dengan orang yang tidak disukai allah, apalagi
mencintai atau mengasihinya. Ini dinyatakan dalam al-qur’an:
Kamu tidak
akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada allah dan hari akhirat saling
berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang allah dan rasulnya, sekalipun
orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara ataupun
keluarga mereka. (surat al-mujadilah: 22)
Pertanyaan
54
Allah memerintahkan dalam banyak ayat
agar orang-orang beriman selalu bersatu, dan tidak bercerai berai hanya karena
terpikat oleh kehidupan duniawi:
Dan
berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali allah, dan janganlah kamu bercerai
berai. Dan ingatlah akan nikmat allah kepadamu ketika kamu dahulu
bermusuh-musuhan dan kemudian mempersatukan hatimu sehingga kamu menjadi
saudara karena anugrahnya; dan kamu ada di tepi jurang neraka, lalu allah
menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah allah menerangkan ayat-ayatnya kepadamu
agar kamu mendapat petunjuk. (surat ali ‘imran: 103)
Seperti terhadap perintah-perintah
lainnya, orang yang ta’at kepada al-qur’an mesti menjalankan perintah ini
dengan sungguh-sungguh. Dapat bersatu dengan mereka yang beriman merupakan
suatu anugrah dan memberi kekuatan. Sebagai contoh, allah menjadikan musa
sebagai nabi, maka musa memohon kepada allah agar harun menjadi pembantunya.
Orang-orang beriman saling
mengingatkan sesamanya tentang allah. Mereka mencegah saudaranya melakukan
perbuatan keji atau membuat kesalahan. Mereka selalu berusaha untuk saling
tolong-menolong. Dibanding manusia lainnya, orang-orang beriman memiliki
standar moral yang tertinggi, dan selalu bertindak dengan penuh rasa tanggung
jawab. Karenanya, lingkungan yang paling aman adalah lingkungan tempat
bersatunya orang-orang beriman.
Pertanyaan
55
Dalam segala segi, kehidupan
orang-orang beriman di dunia ini selalu indah. Demikian pula nantinya di
akhirat. Kepada mereka yang beramal saleh, allah menyampaikan kabar gembira
bahwa mereka akan mendapat imbalan yang banyak di dunia ini:
Barang siapa
mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman,
maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh
akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa
yang telah mereka kerjakan. (surat an-nahl: 97)
Pertanyaan
56
Tidak ada tempat, waktu ataupun cara
khusus untuk berdo’a kepada allah. Allah lebih dekat kepada kita dari pada urat
leher kita sendiri. Dia mengetahui dan melihat segala sesuatu yang terlintas
dalam pikiran kita, juga yang terlintas di bawah sadar kita. Karenanya, kita
dapat berdo’a kepada allah dan meminta pertolongannya kapanpun – saat berjalan,
saat mengerjakan sesuatu, saat duduk, ataupun berdiri. Sikap yang layak untuk
berdo’a kepadanya disebutkan dalam al-qur’an:
“berdo’alah
kepada tuhanmu dengan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut.” (surat
al-a‘raf: 55)
Yang penting, orang yang berdo’a harus
khusyu dan tulus.
Pertanyaan
57
Apakah allah menerima setiap
do’a?
Allah mendengar permohonan semua orang
dan menjawab panggilan orang yang menyeru namanya. Hal ini dinyatakan dalam
ayat berikut:
“jika hambaku bertanya tentang aku, katakan aku dekat (kepada mereka). Aku
mengabulkan permohonan orang-orang yang memohon kepadaku...” (surat al-baqarah:
186)
Allah menyatakan dalam al-qur’an bahwa
dia akan menjawab do’a orang yang tertindas dan orang yang mengalami kesusahan
jika mereka memohon kepadanya, asalkan mereka bersungguh-sungguh dan tulus
dengan apa yang dimintanya.
Namun mesti diingat bahwa orang tidak
selalu mengetahui apa yang baik dan apa yang buruk bagi dirinya. Sesuatu yang
kita anggap baik bagi diri kita mungkin sebenarnya buruk.
Allah mengetahui bahwa kita tidak tahu
betul apa yang baik bagi kita dan dia mengatur segalanya. Karenanya, dia kadang
menolak untuk mengabulkan suatu do’a. Namun kemudian memberikan yang lebih baik
dari itu jika saatnya telah tepat. Lagipula, manusia cenderung tergesa-gesa dan
kadang terlalu semangat untuk mendapatkan segera apa-apa yang diinginkannya.
Oleh sebab itulah, allah menunda pengabulan terhadap permohonannya. Dengan
demikian, orang yang berdo’a harus bersabar dan menanti kedatangan rahmatnya.
Pertanyaan
58
Sudah cukup bagi seseorang jika ia
mengucapkan dengan tulus bahwa ia bertaubat kepada allah atas dosa-dosa dan
kesalahannya. Kemudian ia memohon ampunannya dan berjanji untuk tidak
mengulangi hal serupa di kemudian hari. Allah berfirman:
Maka barang
siapa bertaubat setelah melakukan kejahatan dan memperbaiki diri, sesungguhnya
allah menerima taubatnya. Sesungguhnya allah maha pengampun lagi maha
penyayang. (surat al-ma’idah: 39)
Pertanyaan
59
Allah menerima setiap bentuk taubat
yang tulus asalkan pelakunya berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya, dan
selanjutnya memperbaiki perbuatannya. Besar kecilnya dosa tidak menjadi
perbedaan. Yang penting, ada kesungguhan untuk membuang perilaku yang buruk.
Keputusan allah tentang pertaubatan ini dinyatakan dalam ayat berikut:
Sesungguhnya
taubat di sisi allah hanyalah taubatnya orang-orang yang mengerjakan perbuatan
karena kejahilan (lalai), yang kemudian bertaubat dengan segera, maka mereka
itulah yang diterima taubatnya; dan allah maha mengetahui lagi maha penyayang.
(surat an-nisa’: 17)
Pertanyaan
60
Ini adalah pikiran yang ngawur dan
mengakibatkan banyak orang berbuat salah. Allah mengetahui setiap hati dan
rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Allah memang mengatakan bahwa dia akan
menerima taubat orang yang sungguh-sungguh menyesali perbuatannya serta
memperbaiki perbuatannya itu. Namun bagi orang yang berpikiran bahwa “allah
nanti akan memaafkannya”, ia tetap harus mempertanggungjawabkan setiap
perbuatannya di akhirat kelak. Ia akan menerima balasan atau hukuman yang
setimpal dengan perbuatannya itu.
Tidak diterima allah taubat mereka
yang berbuat kejahatan setelah tiba ajal kepada mereka, seraya mengatakan “sesungguhnya saya bertaubat
sekarang”. Dan tidak pula bagi mereka yang mati dalam kekafiran. Bagi mereka
itu telah kami sediakan siksa yang pedih. (surat an-nisa’: 18)
Pertanyaan
61
Selain mematuhi perintah-perintah
allah dan menyembahnya, perubahan yang paling penting bagi mereka yang baru
mulai menjalani kehidupan beragama adalah membangun kehidupan yang berlandaskan
moral yang baik dengan selalu mengikuti hati nurani. Setiap orang akan memiliki
karakter dan cara hidup yang dipilihnya sebelum menjadi terbiasa dengan aturan
agama. Namun, setelah memulai kehidupan agamanya, ia harus selalu memelihara
setiap perilaku yang baik untuk mencari ridha allah. Dan dengan segera
meninggalkan perbuatan yang tidak sesuai dengan standar al-qur’an, atau merubah
dan memperbaikinya agar sejalan dengan moral-moral al-qur’an.
Orang yang sungguh-sungguh beriman
tidak akan memiliki pandangan dan gaya hidup yang berubah-ubah. Bagi mereka,
al-qur’an merupakan satu-satunya kriteria. Dan satu-satunya figur yang
diteladani hanyalah para nabi dan orang-orang beriman, yang allah jadikan
teladan di dalam al-qur’an.
Pertanyaan
62
Sebelum mendapat peringatan, seseorang
dianggap bodoh (lalai) dalam masalah agama, tidak mengetahui mana yang benar
dan mana yang salah. Karenanya, jika ia bertaubat kepada allah dan memohon
ampunannya, serta tidak kembali atau mengulangi kesalahannya itu, ia tidak
harus bertanggungjawab atas dosanya di masa lampau. Dalam pandangan allah, yang
penting kita tidak berusaha membenarkan kesalahan atau dosa apapun.
Allah menyampaikan kabar gembira di
bawah ini kepada orang-orang yang beriman:
Dan
orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sungguh akan kami hapuskan dosa-dosa
mereka dan akan kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka
kerjakan. (surat al-‘ankabut: 7)
Pertanyaan
63
Allah mewajibkan kepada seluruh
manusia untuk beragama islam. Setiap orang yang mengetahui keberadaan agama ini
akan ditanya di akhirat kelak apakah dia patuh kepada al-qur’an atau tidak.
Menyeru kepada jalan benar merupakan salah satu kandungan al-qur’an. Oleh
karena itu, orang yang menjalankan agama allah harus menyampaikan moral-moral
islam kepada orang lain, mengajak mereka ke jalan yang benar. Yakni, mengajak
mereka berbuat baik dan mencegah mereka berbuat salah. Di dalam al-qur’an,
allah menyampaikan perintah berikut ini:
Dan
hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah
orang-orang yang mendapatkan keberuntungan. (surat ali ‘imran: 104)
Pertanyaan
64
Agama islam
menyeru manusia untuk bersabar karena allah. Hal ini termaktub dalam al-qur’an
surat al-muddatsir ayat 7: “dan untuk tuhanmu, bersabarlah.” Kesabaran
merupakan salah satu sifat manusia yang terpenting, dan merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari moral baik yang dijunjung tinggi. Juga merupakan bagian
dari amal-amal baik untuk mencari ridha allah.
Namun demikian, kita harus membedakan
antara kesabaran dengan “toleransi”. Toleransi merupakan sifat baik yang timbul
karena mau menanggung kesusahan yang tidak menyenangkan atau menyakitkan.
Sementara kesabaran, seperti disebutkan dalam al-qur’an, bukan sumber kesusahan
bagi mereka yang beriman. Orang yang beriman bersabar karena mencari ridha
allah. Karenanya, ia tidak merasa susah untuk bersikap sabar; malah sebaliknya,
ia mendapatkan kesenangan batin darinya.
Seperti dinyatakan dalam al-qur’an,
kesabaran juga meliputi seluruh karakteristik orang yang beriman. Sebab hanya
dengan disertai kesabaran lah sifat-sifat seperti rendah hati, dermawan, mau
berkorban atau keta’atan memiliki nilai yang sebenarnya. Artinya, kesabaran
merupakan sifat yang membuat sifat-sifat lainnya menjadi berharga dan diakui.
Pertanyaan
65
Betawakal kepada allah artinya
menggantungkan diri kepadanya karena menyadari bahwa segala sesuatu yang
terjadi di muka bumi ada di bawah kendalinya, serta merasa yakin bahwa tak
seorang pun dapat menolong atau mencelakakan orang lain tanpa seijinnya.
Orang-orang beriman mengetahui bahwa allah mahakuasa, dan segala yang dikehendakinya
akan terjadi hanya dengan mengatakan “jadilah!”. Mereka pun tak pernah tawar
hati dalam menghadapi kesulitan. Mereka tahu bahwa allah akan menolong mereka,
dan yakin bahwa allah akan memberikan kemudahan di dunia ini dan di akhirat
kelak. Menyadari hal itu, hati mereka selalu tentram dan gembira.
Yang harus dilakukan seseorang yang
beriman hanyalah merespons segala kejadian dengan perbuatan yang disukai allah,
dan menanti hasilnya sesuai kehendaknya. Rahasia besar yang hanya difahami
orang-orang yang beriman ini, dijelaskan dalam ayat berikut:
...barang
siapa bertaqwa kepada allah niscaya dia memberikan kepadanya jalan keluar. Dan
memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siap
bertawakkal kepada allah niscaya allah mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya
allah menyempurnakan kehendaknya . Dan allah telah mengadakan ketentuan atas
segala sesuatu. (surat at-talaq: 2-3)
Pertanyaan
66
Taqwa artinya mematuhi segala perintah
allah dan menjauhi segala pikiran dan perbuatan merugikan yang dilarang allah.
Di dalam al-qur’an, nama lain bagi orang beriman yang selalu ta’at kepada allah
adalah “orang yang saleh”. Pentingnya sifat taqwa disebutkan dalam al-qur’an
sebagai berikut:
...berbekal
lah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertaqwa lah kepadaku hai
orang-orang yang berakal! (surat al-baqarah: 197)
Pertanyaan
67
Di mata allah, keutamaan tidak
didasarkan pada kekayaan, kedudukan, kecantikan atau hal lain yang dimiliki
manusia, melainkan didasarkan pada kedekatan kepadanya, yakni ketaqwaan:
Hai manusia,
sesungguhnya kami menciptakan kamu dari dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi allah
adalah yang paling taqwa. Sesungguhnya allah maha mengetahui dan maha waspada.
(surat al-hujurat: 13)
Pertanyaan
68
Salah satu karakteristik penting dari
orang yang beriman kepada allah adalah kemampuan melihat tanda-tanda kekuasaan
allah melalui ciptaannya. Ia melihat kekuasaan dan karya seni allah di setiap
kehalusan dan kesempurnaan ciptaannya, seraya memuji kebesarannya. Sikap
demikian membuatnya semakin dekat kepada allah. Karakteristik seperti ini
disebutkan dalam al-qur’an:
(yaitu)
orang-orang yang mengingat allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan
berbaring serta memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘ya tuhan
kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, maha suci engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka.’ (surat ali
‘imran: 191)
Allah menekankan pentingnya tafakkur
bagi orang yang beriman. Di banyak tempat dalam al-qur’an, akan kita temui
ayat-ayat yang berbunyi “tidakkah kamu mau berpikir?” Atau “terdapat
tanda-tanda kekuasaan allah bagi mereka yang mau berpikir”.
Hal yang dapat dipikirkan tidak
terbatas jumlahnya. Seorang yang beriman bisa memikirkan banyak hal, antara
lain: tatanan alam semesta yang luar biasa, mahluk-mahluk yang hidup di muka
bumi, peristiwa yang ia alami, rahmat allah yang tiada henti, bencana yang
diturunkan kepada orang-orang kafir, surga, neraka, alam baka, dan lain
sebagainya. Dengan memikirkannya secara mendalam, ia dapat menyadari
keberadaan, kekuasaan dan kebijakan allah dengan lebih baik, dan lebih
memantapkan keimanannya.
Pertanyaan
69
Agama tidak
pernah bertentangan dengan sains. Allah lah yang menciptakan keduanya. Maka ketidak
sesuaian ataupun pertentangan di antara keduanya merupakan hal yang mustahil.
Di dalam a-qur’an yang diturunkan 1400 tahun yang lalu, ada
penjelasan-penjelasan ilmiah tertentu yang kini telah dibuktikan kebenarannya
dengan menggunakan peralatan teknologi abad 20. Pernyatan bahwa agama
bertentangan dengan sains merupakan kebohongan yang dibuat-buat oleh mereka
yang mengingkari allah. Tujuan mereka adalah menciptakan keraguan terhadap
agama.
Pertanyaan
70
Banyak yang melakukan riset ilmiah
melihat dengan mata kepala sendiri, betapa rumit dan sempurnanya struktur dan
keteraturan pada mahluk hidup. Mereka melihat betapa serasinya hubungan antara
satu dengan lainnya. Mereka tidak dapat mengelak akan keberadaan allah yang
mahaagung. Kenyatan ini ditunjukkan dalam al-qur’an sebagai berikut:
...sesungguhnya
yang takut kepada allah di antara hamba-hambanya adalah mereka yang berilmu...
(surat fatir: 28)
Tidak mengherankan jika banyak ilmuwan
yang termasyur di masa kini dan di masa lampau terkenal karena keyakinan dan
kepasrahan mereka kepada allah dan agamanya. Beberapa di antara mereka adalah:
einstein, newton, galileo, max planck, kelvin, maxwell, kepler, william
thompson, robert boyle, iona william petty, michael faraday, gregory mendel,
louis pasteur, john dalton, blaise pascal, dan john ray.
Di jaman kita, banyak ilmuwan yang
menegaskan keberadaan allah. Lebih dari itu, mereka melihat sains sebagai
sarana untuk mengenal allah. Aliran “kreasionisme” atau aliran “rancangan
sadar” di amerika serikat merupakan salah satu indikasi khusus.
Pertanyaan
71
Menyembah allah merupakan salah satu
amal penting untuk bersyukur atas karunia allah. Selain diungkapkan dengan
kata-kata, rasa syukur dapat diungkapkan melalui perbuatan. Misalnya,
menggunakan pemberian allah untuk hal yang dianjurkannya, untuk menolong orang
yang membutuhkan dan untuk tujuan-tujuan baik tanpa pemborosan. Selain itu, ia
harus menyadari pula bahwa segala yang dibutuhkannya berasal dari allah. Tidak
ada sesuatupun yang ia miliki. Semuanya semata-mata karena pemberian allah. Dan
ia harus bersyukur atas semua itu. Hal ini dinyatakan dalam al-qur’an:
Maka makanlah
yang halal lagi baik dari rezki yang allah berikan kepadamu; dan syukurilah
karunia ni’mat allah, jika hanya kepadanya kamu menyembahnya. (surat an-nahl:
114)
Pertanyaan
72
Setan adalah
mahluk ciptaan allah dari jenis jin. Setelah allah menciptakan adam sebagai manusia pertama,
allah memerintahkan kepada seluruh malaikat untuk bersujud kepada adam. Hanya
setan yang tidak mengikuti perintah allah karena kesombongannya. Setan berkata:
Ya tuhanku,
karena engkau memutuskan bahwa aku sesat, aku akan membuat manusia memandang
baik terhadap segala yang ada di muka bumi dan aku akan menyesatkan mereka
semua. (surat al-hijr: 39)
Setelah itu setan diusir dari hadapan
allah. Ia meminta penangguhan usia hingga hari kebangkitan untuk mempengaruhi
manusia agar terjauhkan dari jalan allah dan menjadi sesat. Karenanya, setan
merupakan penghalang keberhasilan dan musuh yang paling berbahaya bagi setiap
manusia.
Pertanyaan
73
Allah menyebutkan dalam al-qur’an
bahwa setan membisikkan anjuran-anjuran jahat ke dalam hati manusia. Karenanya
manusia diperintahkan untuk berlindung kepada allah dari bisikan jahat itu:
Katakanlah:
‘aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia, dari
bisikan jahat yang tersembunyi, yang dibisikkan ke dalam dada manusia, dari
golongan jin dan manusia.” (surat an-nas: 1-6).
Bisikan jahat merupakan taktik setan
yang paling busuk. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa pikiran-pikiran
tertentu berasal dari setan. Mereka mengiranya sebagai pikirannya sendiri.
Sebagai contoh, orang yang baru masuk
agama islam merupakan sasaran penting bagi setan. Setan membuat agama nampak
susah dipelajari bagi orang tersebut. Atau membisikkan kepada orang tersebut
bahwa apa yang diamalkannya telah cukup dan tidak perlu lagi amal-amal lainnya.
Orang yang dipengaruhi ini bisa saja berpikir bahwa semua itu benar. Contoh
lainnya, setan menimbulkan perasaan-perasaan takut, cemas, tegang, atau
kesusahan pada manusia sehingga membuatnya kepayahan. Ia berusaha mencegah
mereka dari perbuatan baik dan dari sikap dermawan, serta dari berpikir secara
sehat.
Mesti diingat bahwa setan mempengaruhi
manusia agar melakukan kebohongan pada setiap akar kejahatan di dunia ini,
termasuk dalam peperangan, pembunuhan massa dan pelanggaran susila.
Pertanyaan
74
Hal paling penting yang harus dipegang
adalah bahwa setan tidak memiliki kekuatan sendiri. Seperti mahluk lainnya, ia
pun mahluk ciptaan allah dan ada dibawah kekuasaannya. Ia tak dapat melakukan
apapun tanpa seijinnya. Setan bisa menyesatkan manusia atas ijin allah. Dengan
cara ini, allah menguji siapa yang turut dan siapa yang menolak ajakan setan di
dunia ini. Hal ini dinyatakan allah di dalam al-qur’an:
Dan tidak
ada kekuasaan setan terhadap mereka, melainkan agar kami dapat membedakan siapa
yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dan siapa yang ragu-ragu tentang
itu. Dan tuhanmu maha memelihara segala sesuatu. (surat saba’: 21)
Pertanyaan
75
Godaan setan tidak berpengaruh kepada
orang yang sungguh-sungguh beriman. Kenyataan ini disampaikan allah dalam ayat
berikut:
Sesungguhnya
setan itu tidak memiliki kekuasaan terhadap orang-orang yang beriman dan
bertawakal kepada allah. Sesungguhnya kekuasaannya hanya atas orang-orang yang
mengambilnya sebagai temannya dan atas orang-orang yang mempersekutukannya
dengan allah. (surat an-nahl: 99-100)
Pertanyaan
76
Apakah hukum
jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakan yang lebih baik daripada
(hukum) allah bagi orang-orang yang yakin? (surat al-ma’idah: 50)
Apapun ideologi, filosofi atau wawasan
dunianya, ada “agama” yang sama yang dipegang dan dijalankan oleh mereka yang
tidak menganut agama yang benar. Agama ini menyimpang dari agama yang benar.
Masyarakatnya menerima pertimbangan, norma-norma, dan pikiran-pikiran yang
ditawarkan agama ini melalui propaganda intensif sejak mereka lahir. Nama agama
ini adalah “agama jahiliyah”.
Ciri mendasar dari masyarakat yang
menjalankan agama ini adalah selalu mencari persetujuan masyarakatnya, bukannya
mencari ridha allah. Mereka membangun kehidupannya di sekitar poros tujuan ini.
Yang dituntut dari individu-individu
yang tinggal dalam masyarakat demikian adalah melaksanakan moral, budaya, sikap
dan perilaku tertentu yang diterima masyarakat, serta menunjukkan perangai yang
disukai anggota masyarakatnya.
Pertanyaan
77
Masyarakat adat yang terpisah jauh
dari agama allah beranggapan bahwa pendapat orang banyak selalu benar. Ini
merupakan kesimpulan yang sama sekali keliru. Bahkan bertentangan dengan yang
disebutkan allah dalam al-qur’an,
“kebanyakan manusia tidak akan beriman...” (surat yusuf: 103).
Dalam ayat-ayat lain, allah juga
menyatakan bahwa mereka yang mengikuti mayoritas kafir akan mengalami kerugian.
Pernyataan itu menyiratkan bahwa di setiap jaman, orang-orang beriman selalu
minoritas sedangkan yang terjauhkan dari agama allah selalu mayoritas. Namun
karenanya, kedudukan orang-orang beriman jauh lebih tinggi dibanding mereka
yang berpegang teguh pada “agama jahiliyah”.
Pertanyaan
78
Agar selamat dari sistem yang ingkar
kepada allah ini, hal pertama, dan juga yang terpenting, yang harus dilakukan
adalah selalu berusaha hanya mencari ridha allah. Juga menjalankan dengan ketat
moral-moral dan cara hidup seperti yang disampaikan allah dalam al-qur’an.
Orang yang meneladani petunjuk al-qur’an, secara otomatis menjauhkan dirinya
dari moralitas dan perilaku buruk yang terbentuk dalam masyarakat jahiliyah.
Pertanyaan
79
Kebijaksanaan adalah sifat penting
yang hanya dimiliki oleh umat beriman. Namun ada perbedaan besar antara
pengertian bijaksana menurut masyarakat banyak dan bijaksana menurut agama.
Kebijaksanaan yang dirujuk al-qur’an merupakan konsep yang samasekali berbeda
dari kecerdasan. Kecerdasan merupakan kapasitas biologis yang dimiliki manusia.
Ia tidak pernah meningkat ataupun menurun. Sedangkan kebijasanaan merupakan
karunia allah yang diberikan kepada orang-orang beriman yang ta’at dan takut
kepadanya. Kebijaksanaan seseorang meningkat sesuai dengan tingkat
keta’atannya.
Ciri utama dari orang yang bijaksana
adalah rasa takutnya yang besar kepada allah dan kepatuhannya kepada
perintahnya. Ia selalu mengikuti hati nuraninya dan menilai segala sesuatu berdasarkan
al-qur’an untuk mencari ridha allah. Secerdas dan sepandai apapun dia,
seseorang tidak akan memiliki kebijaksanaan tanpa memiliki sifat di atas. Tanpa
kebijaksanaan, orang cenderung kurang mampu untuk memahami dan melihat
kebenaran. Allah menjelaskan dalam al-qur’an bahwa kurangnya kebijaksanaan akan
menimbulkan kerusakan:
Sesungguhnya
mahluk terburuk di mata allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli, yang tidak
menggunakan akalnya. (surat al-anfal: 22)
Seorang yang bijaksana juga memiliki visi.
Ia mampu membuat keputusan yang benar dan tepat. Karena ebijaksanaannya, ia
mampu melihat esensi dari peristiwa dan inti kebenaran suatu perkara.
Pertanyaan
80
Yang melemahkan hati dan pikiran
manusia adalah ambisi dan hawa nafsunya. Misalnya, takut akan masa depan, iri
hati, obsesi yang sangat terhadap hal-hal duniawi, atau hal-hal yang romantis.
Hal-hal seperti ini menyita pikirannya dan mengalihkan perhatiannya dari
hal-hal yang lebih penting, seperti keagungan allah dan kesempurnaan
ciptaannya.
Allah mengingatkan kita bahwa
keberuntungan hanya bisa diperoleh jika kita terbebas dari obsesi hawa nafsu:
...yaitu
mereka yang terpelihara dari keserakahan dirinya. Mereka itulah orang-orang
yang beruntung. (surat al-hashr: 9)
Pertanyaan
81
Menurut al-qur’an, karakteristik utama
dari orang yang sombong adalah lupa bahwa segala yang dimilikinya, termasuk
keunggulan non fisik, merupakan pemberian allah. Istilah sombong di sini bukan
hanya bagi sekelompok orang tertentu yang melupakan allah dan bersikap takabur.
Seseorang bisa juga dikatakan sombong apabila ia berpikiran bahwa kecantikannya
bukan pemberian allah, atau jika ia bangga dengan keberhasilannya. Atau jika ia
sudah merasa berkecukupan, dan tidak pernah bertanya pada dirinya apakah ia
dapat lebih bertanggung jawab dengan apa yang dimilikinya. Atau jika ia
bersikap congkak.
Oleh karena itu, setiap individu harus
bersungguh-sungguh menghindari perilaku demikian, serta harus menyadari bahwa
ia sangat miskin dibanding allah. Di hadapan allah, semua mahluk adalah lemah.
Allah bisa saja mengambil segalanya darinya jika dia menghendakinya.
Nasib akhir dari orang yang sombong
disebutkan allah dalam al-qur’an:
Dan apabila
dikatakan kepadanya, “takutlah kepada allah”, bangkitlah kesombongannya yang
menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka jahanam. Dan
sungguh neraka jahanam itu seburuk-buruknya tempat tinggal. (surat al-baqarah:
206)
Pertanyaan
82
Berbeda dengan orang yang sombong,
seorang yang rendah hati menyadari bahwa segala sesuatu yang dimilikinya
merupakan anugrah allah, atau sebagai batu ujian darinya. Sebagai manusia, ia
menyadari bahwa dirinya lemah dan miskin serta tidak memiliki kekuatan untuk
melakukan apapun kecuali atas kehendak allah. Karenanya, ia selalu
mengembalikan segalanya kepada allah dan bersyukur atas segala kerunianya.
Allah memuji sikap rendah hati dari orang-orang yang beriman:
Dan
hamba-hamba allah yang maha penyayang berjalan di muka bumi dengan rendah
hati... (surat al-furqan: 63)
Pertanyaan
83
Setiap orang
bertanggungjawab atas niatnya. Ini
dijelaskan allah dalam al-qur’an:
“...allah akan menghukummu atas niat yang kamu sengaja dalam hatimu...” (surat
al-baqarah: 225).
Niat dari setiap tindakan harus selalu
ditujukan kepada allah. Meskipun suatu tindakan nampak baik, jika niatnya untuk
mencari ridha orang lain, atau untuk mendapatkan manfa’at duniawi lainnya,
tindakan itu tidak akan berkenan di mata allah.
Pertanyaan
84
Ada anggapan yang sangat keliru bahwa
dunia ini merupakan satu-satunya kehidupan bagi manusia. Padahal, dunia
hanyalah tempat sementara yang diciptakan allah untuk menguji manusia. Dan
kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan setelah kematian. Karenanya,
segala sesuatu yang memikat hati manusia dan menyita pikirannya dalam kehidupan
dunia yang singkat ini merupakan “kesenangan yang menipu”.
Dalam ayat berikut, allah mengingatkan
manusia akan tipuan ini serta mengingatkan bahwa tempat tinggal sesungguhnya,
yang jauh lebih indah, adalah di sisi allah:
Dijadikan
indah pada pandangan manusia karena kecintaan terhadap apa yang diinginkannya,
yaitu: wanita, anak, harta yang banyak dari emas, perak, kuda pilihan, binatang
ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi allah
lah tempat kembali yang jauh lebih baik. (surat ali ‘imran: 14)
Pertanyaan
85
Banyak kekurangan fisik yang diderita
manusia. Pertama sekali, manusia harus selalu menjaga dan memelihara kebersihan
badan dan lingkungannya. Untuk urusan itu, banyak waktu yang tersita. Namun
sebesar apapun usaha yang dilakukan, hasilnya hanya berpengaruh untuk sementara
waktu saja. Dalam sejam saja, gigi yang kita sikat akan terasa kotor lagi,
seolah tak pernah dibersihkan. Seseorang yang mandi di musim panas, dalam
beberapa jam saja akan merasa seolah belum mandi.
Penting difahami bahwa kekurangan
seperti ini mempunyai tujuan. Kekurangan yang kita miliki bukanlah sifat yang
diwariskan, melainkan sifat yang sengaja diciptakan.
Pergeseran usia dan perubahan sifat
tubuh yang menyertainya juga merupakan kelemahan yang diciptakan agar manusia
menyadari bahwa hidup ini hanya sementara. Dengan demikian, manusia tidak
menjadi terikat dengan kehidupan duniawi yang penuh cacat. Kemudian lebih
memusatkan tujuannya pada kehidupan akhirat, “tempat tinggal” yang
sesungguhnya.
Telah allah ingatkan dalam al-qur’an
bahwa tujuan terbaik bagi manusia adalah kehidupan akhirat:
Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain main-main dan senda gurau belaka.
Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang
bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (surat al-an‘am: 32)
Pertanyaan
86
Allah menyatakan dalam al-qur’an bahwa
dia telah menunjukkan jalan yang benar kepada semua umat di sepanjang masa. Dia
telah mengingatkan pula kepada mereka melalui nabi-nabinya bahwa kehidupan
dunia ini hanya sementara, dan tempat tinggal sebenarnya adalah kampung
akhirat. Meskipun demikian, kita dapat pelajari bahwa kebanyakan dari mereka
menolak dan tidak mendengar ajakan nabinya. Oleh karena itu, allah menjatuhkan
hukuman yang keras dari arah yang tidak disangka-sangka, dan menyapu sebagian
dari mereka dari muka bumi.
Salah satu alasan penting
dikisahkannya umat-umat yang lampau di dalam al-qur’an adalah untuk meyakinkan
bahwa manusia sekarang tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jika sekedar
mempelajari dan menilai saja bencana yang menimpa umat terdahulu serta bekas
arkeologinya, tanpa mengambil hikmah dari kejadiannya, maka itu merupakan
tindakan yang sangat keliru. Allah memerintahkan kita untuk menjadikan bencana
tersebut sebagai bahan pelajaran:
Dan telah
berapa banyak umat-umat yang lebih besar kekuatannya kami binasakan sebelum
mereka ini! Mereka telah menjelajahi banyak negeri, namun apakah mereka
mendapat tempat untuk berlari? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat
peringatan bagi orang-orang yang memiliki hati, atau yang menggunakan
pendengaran, sedang ia menyaksikan (buktinya). (surat qaf: 36-37)
Pertanyaan
87
Keberadaan jin banyak disebutkan di
dalam al-qur’an. Seperti halnya manusia, jin diciptakan allah untuk
menyembahnya. Mereka hidup dalam dimensi yang berbeda dari manusia. Seperti
disebutkan dalam ayat-ayat tertentu, manusia tidak bisa melihat jin, sebaliknya
jin dapat melihat manusia.
Ada keyakinan keliru yang telah meluas
bahwa jin dapat memberikan informasi mengenai masa depan. Di dalam al-qur’an
disebutkan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan demikian. Juga disebutkan
bahwa mereka pun bertanggung jawab untuk menjaga keutuhan al-qur’an. Allah
menegaskan bahwa jin diciptakan untuk tujuan yang sama seperti halnya manusia.
Dan aku
tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembahku. (surat az-
zariyat: 56)
Pertanyaan
88
Malaikat adalah mahluk yang tak pernah
menyalahi perintah allah dan hidup dalam dimensi yang berbeda dari manusia.
Tidak seperti manusia, malaikat diciptakan bukan untuk diuji. Allah menciptakan
mereka sebagai mahluk yang tidak pernah berbuat salah. Mereka diberi tugas yang
berbeda-beda yang mereka kerjakan dengan saksama. Jibril ditugaskan untuk
menyampaikan wahyu-wahyu allah kepada nabi-nabinya. Ada malaikat pencatat di
kedua sisi manusia yang mencatat segala perbuatan yang mereka lakukan. Ada
malaikat yang ditunjuk untuk mencabut nyawa manusia pada waktu kematiannya. Ada
malaikat penjaga neraka yang bertugas mengawasi agar penghuni neraka mengalami
siksaan yang berat.
Allah menyatakan bahwa para malaikat
merupakan abdi-abdinya:
Al masih sekali-kali
tidak enggan menjadi hamba bagi allah, tidak pula para malaikat yang terdekat
kepada allah... (surat an-nisa’: 172)
Allah
bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain dia, demikian pula bersaksi para malaikat
dan orang-orang yang berilmu. Tidak ada tuhan melainkan dia, yang maha perkasa
lagi maha bijaksana. (surat ali ‘imran: 18)
Pertanyaan
89
Waktu dapat didefinisikan sebagai
metode dimana satu saat dibandingkan dengan saat lainnya. Contoh berikut akan
menjelaskannya. Misalnya, jika seseorang mengetuk sebuah benda, ia akan
mendengar bunyi tertentu. Jika ia mengetuknya lagi lima menit kemudian, ia akan
mendengar bunyi yang lain. Maka ia akan merasa ada selang di antara bunyi
pertama dengan bunyi kedua. Selang antara ini disebut sebagai waktu.
Namun pada saat ia mendengar bunyi
kedua, bunyi pertama yang didengarnya hanya ada dalam imajinasinya. Ia
merumuskan konsep “waktu” dengan membandingkan saat yang sedang ia alami dengan
saat yang disimpan dalam ingatannya. Jika perbandingan ini tidak dibuat, maka
tidak akan ada konsep waktu.
Pertanyaan
90
Seperti disebutkan di atas, istilah
waktu difahami melalui perbandingan yang dibuat di antara dua peristiwa. Namun
kesimpulan ini dihasilkan dalam otak dan sifatnya relatif. Hal ini biasa
dialami dalam mimpi. Meskipun yang kita lihat dalam mimpi rasanya berlangsung
berjam-jam, sebenarnya hanya berlangsung beberapa menit, atau bahkan beberapa
detik saja.
Banyak ayat al-qur’an menyebutkan
beragam contoh mengenai hal ini. Beberapa ayat menerangkan bahwa manusia
merasakan waktu secara berbeda, dan kadang merasakan waktu yang singkat sebagai
waktu yang sangat lama. Ayat berikut merupakan contoh saat allah menegur
orang-orang yang zalim:
Allah
bertanya, “berapa lamakah kamu tinggal di bumi?”. Mereka menjawab: “kami
tinggal sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang
menghitung”. Allah berfirman: “kamu tidak tinggal di bumi melainkan sebentar
saja, kalau kamu mengetahui yang sesungguhnya!”. (surat al-muminun: 112-114)
Pertanyaan
91
Sesungguhnya
kami menciptakan segala sesuatu dengan ukuran. Dan perintah kami hanyalah satu
perkataan seperti kejapan mata. (surat al-qamar: 49-50)
Takdir adalah pengetahuan allah atas
semua peristiwa di masa lampau ataupun di masa depan seolah sebagai “kejadian
tunggal”. Kebanyakan orang bertanya bagaimana allah bisa mengetahui peristiwa
yang belum terjadi. Pikiran seperti ini membuat mereka gagal memahami kebenaran
adanya takdir.
Harus disadari bahwa “peristiwa yang
belum terjadi” hanya berlaku bagi kita. Allah sendiri tidak terikat ruang ataupun
waktu, karena dia lah yang menciptakan keduanya. Tidak ada konsep waktu bagi
allah. Karena alasan inilah, masa lampau, masa yang akan datang dan masa
sekarang, semuanya sama saja bagi allah. Baginya segala sesuatu telah terjadi
dan telah berakhir.
Pertanyaan
92
Masyarakat kita keliru memahami jika
berpendapat bahwa manusia dapat merubah takdir allah. Misalnya, kita suka
mendengar ungkapan dangkal bahwa seorang pasen telah “mengalahkan takdirnya”
ketika berhasil melewati masa kritis yang mematikan. Padahal, tak seorang pun
dapat merubah takdirnya. Seseorang tidak meninggal ketika melewati penyakit
yang kritis, karena memang tidak ditakdirkan meninggal saat itu. Sungguh ironis
bahwa ia ditakdirkan mempunyai pikiran seperti itu dan membohongi dirinya
sendiri dengan mengatakan “saya mengalahkan takdir”.
Takdir merupakan perbendaharaan ilmu
allah. Bagi allah, waktu hanyalah kejadian sesaat dan dia menguasai seluruh
ruang dan waktu. Baginya, segala sesuatu telah ditentukan dan telah berakhir
sebagai takdir. Dari apa yang disebutkan dalam al-qur’an, kita pun dapat
memahami bahwa hanya ada satu waktu bagi allah. Peristiwa yang akan terjadi
setelah kematian kita (dalam sudut pandang kita) disebutkan dalam al-qur’an
sebagai peristiwa lampau yang telah terjadi. Allah tidak terbatasi kerangka
relativitas waktu seperti yang kita alami. Allah menghendaki segala sesuatu
dalam kehampaan waktu: manusia telah menjalaninya, dan semua peristiwa ini
telah dilewati dan telah berakhir.
Pertanyaan
93
Allah maha kuasa dan dia lah yang
menciptakan segala mahluk. Dia menciptakan manusia dari setetes mani. Dia
menciptakan segala sesuatu dari tiada. Maka tidak diragukan bahwa allah
berkuasa untuk menciptakan kembali semuanya dengan cara serupa. Dalam
al-qur’an, allah menjawab pertanyaan di atas saat mencela orang-orang kafir
yang tidak mempercayai adanya hari kebangkitan:
Itulah
(neraka) balasan bagi mereka, karena mereka kafir terhadap ayat-ayat kami dan
berkata,“apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang
hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai mahluk baru?”
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya allah yang menciptakan langit
dan bumi kuasa pula menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan
waktu yang tertentu bagi mereka yang tiada keraguan padanya? Maka orang-orang
yang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran. (surat al-isra:’ 98-99)
Pertanyaan
94
Filosofi materialis adalah sistem
pemikiran yang berpendapat bahwa segala sesuatu terdiri dari materi, bahwa alam
semesta tidaklah diciptakan, melainkan sudah ada sejak lama sekali dan akan
kekal abadi.
Namun perkembangan ilmiah abad
terakhir telah membuktikan bahwa pendapat ini sama sekali tidak benar.
Pertama-tama, masyarakat ilmiah telah mengakui bahwa alam semesta ini mempunyai
permulaan. Ia tercipta dari tiada dan memiliki akhir, seperti dinyatakan
al-qur’an 1400 tahun yang lampau. Selanjutnya, sains menemukan bahwa apa yang
kita sebut sebagai “materi” hanyalah berupa “kumpulan persepsi-persepsi”. Dua
pernyataan mendasar ini menolak dan sekaiigus membatalkan filosofis materialis.
Pertanyaan
95
Dia pencipta langit dan bumi... (surat al-an‘am: 101)
Kini, para ahli telah mencapai mufakat
bahwa alam semesta terjadi dari tiada secara tiba-tiba melalui sebuah ledakan
besar yang disebut big bang. Bukti kuat yang menyebabkan diterimanya teori big
bang ini adalah sebagai berikut:
Pengembangan alam semesta: pada tahun
1929, edwin huble menemukan bahwa semua benda langit bergerak saling menjauh
satu sama lain. Ini menjadi bukti yang meyakinkan bahwa alam semesta terjadi
melalui ledakan sebuah titik (big bang).
Radiasi latar kosmik: karena alam
semesta ini muncul melalui sebuah ledakan, maka harus ada radiasi yang tersisa
akibat ledakan tersebut. Tentunya, radiasi ini harus tersebar merata di seluruh
alam semesta. Maka bukan hal yang mengejutkan jika kemudian radiasi ini
ditemukan pada tahun 1965. Pada periode selanjutnya, keberadaan radiasi ini
ditegaskan secara meyakinkan melalui bantuan satelit.
Perbandingan jumlah hidrogen dan
helium di alam semesta: bukti penting lainnya bagi teori big bang adalah jumlah
hidrogen dan helium di luar angkasa. Dari hasil perhitungan terakhir diketahui
bahwa konsentrasi hidrogen dan helium ini sesuai dengan perhitungan teoritis
sebagai sisa yang tertinggal akibat big bang. Jika alam semesta ini tidak
memiliki permulaan dan akan terus kekal, maka unsur hidrogennya mesti telah
habis dan telah berubah seluruhnya menjadi helium.
Teori big bang, yang menyiratkan bahwa
alam semesta terjadi dari tiada (diciptakan), akhirnya meruntuhkan pernyataan
filosofi materialis yang berpendapat bahwa alam semesta ada sejak mula sekali
dan bersifat kekal.
Pertanyaan
96
Dengan pendapat bahwa segala sesuatu
hanya terdiri dari materi yang dapat dilihat mata dan disentuh tangan, kaum
materialis tak pernah mampu menjelaskan keberadaan ruh manusia dan kesadaran.
Seperti kita tahu, atom merupakan elemen penyusun dari setiap mahluk, termasuk
tubuh manusia. Ini berarti bahwa seluruh mahluk, hidup ataupun mati, terbentuk
dari kombinasi atom-atom dalam beragam bentuk (senyawa).
Kenyataan di atas sangat menyulitkan
kaum materialis. Manusia adalah mahluk sadar yang memiliki kehendak, kemampuan
berpikir, bicara, memahami dan mengambil keputusan. Mustahil mahluk seperti
manusia terjadi karena bersatunya atom-atom secara acak, mendadak dan
kebetulan, seperti pendapat kaum materialis. Hal demikian itu mustahil karena
atom-atom tidak mampu berpikir, menimbang dan mengambil keputusan lalu menyatu
untuk tiba-tiba menjadi ruh manusia.
Karenanya, kaum materialis tidak
memiliki penjelasan bagi adanya ruh manusia.
Pertanyaan
97
Teori evolusi berpendapat bahwa
kehidupan terbentuk secara kebetulan. Menurut teori ini, atom mati taksadar
menyatu membentuk sel, lalu membentuk mahluk-mahluk hidup, termasuk manusia.
Untuk menunjukkan dan membuktikan kegagalan pernyataan kaum evolusionis ini,
mari kita rumuskan sebuah “eksperimen” berikut yang kita namai “formula
darwinian”:
Biarkan kaum evolusionis memasukkan
segala bahan penyusun mahluk hidup dengan komposisi yang tepat ke dalam sebuah
drum. Biarkan mereka menambahkan bahan lain apapun yang kira-kira diperlukan.
Jika mau, tambahkan pula asam-amino dan protein-protein apapun sebanyak yang
diperlukan; meskipun dalam kondisi normal kemungkinan adanya bahan tersebut
hanya satu banding 10 pangkat 950. Berikan panas dan air sesuai kebutuhan dan
aduk dengan alat yang paling mutakhir.
Jika kaum evolusionis melakukan hal di
atas dengan berbagai modifikasi yang menurut mereka perlu, lalu mereka
menungguinya bermilyar-milyar atau bahkan triliunan tahun, mereka tidak akan
berhasil membuat manusia. Mereka tidak akan mampu membuat harimau, singa,
semut, bunga mawar, bunga lili, burung merak, burung pelatuk, ikan paus,
kangguru, kuda, pisang, jeruk, anggur dan jutaan mahluk hidup lainnya seperti
itu. Bahkan sebuah sel tunggal pun tidak akan mampu mereka buat.
Pertanyaan
98
Tidak. Pernyataan kaum evolusionis
bahwa mahluk hidup terbentuk secara kebetulan sedikitpun tidak benar. Di dunia
ini tidak pernah ada proses evolusi. Mari kita buktikan ketidakbenaran teori
ini.
Kaum evolusionis mempunyai beberapa
pendapat berikut:
Bahwa spesies baru terbentuk melalui
seleksi alam dan mutasi.
Mekanisme seleksi alam merupakan
gagasan yang mengatakan bahwa mahluk hidup yang tidak dapat menyesuaikan diri
dengan habitatnya akan punah, sedangkan yang mampu menyesuaikan diri akan terus
hidup dan membentuk spesies baru. Gagasan seperti ini mustahil terjadi.
Mekanisme demikian hanya menyaring spesies yang ada namun tidak akan pernah
menghasilkan spesies baru.
Demikian pula halnya dengan mutasi.
Proses mutasi hanya menimbulkan kerusakan pada dna. Efeknya hanya merusak.
Mustahil sekali mutasi menyebabkan terbentuknya spesies baru.
Mereka berpendapat bahwa hewan darat
berasal dari hewan laut yang pindah ke darat.
Mustahil sekali hewan laut dapat
pindah ke darat dan memulai kehidupannya di darat. Mahluk hidup tidak dapat
merubah dirinya menjadi mahluk yang sama sekali berbeda, baik dari segi bentuk,
berat dan sistem tubuhnya yang hanya cocok untuk hidup di air, dari temperatur
tubuhnya, struktur ginjalnya, sistem pernafasannya serta cara hidupnya.
Mereka berpendapat bahwa burung
berevolusi dari reptil.
Hal ini mustahil karena:
Sayap burung mustahil terbentuk dan
berasal dari perubahan sisik reptil.
Cara kerja paru-paru burung sama
sekali berbeda dari cara kerja paru-paru hewan darat.
Tulang burung lebih ringan dibanding
tulang hewan darat. Ini merupakan faktor penting bagi kemampuan terbang.
Sistem otot-tulang pada burung sama
sekali berbeda dengan sistem otot-tulang hewan darat.
Mereka berpendapat bahwa hewan mamalia
berevolusi dari reptil.
Ini pun merupakan pernyataan yang tak
berdasar. Tubuh reptil diliputi oleh sisik, berdarah dingin dan berkembang biak
dengan bertelur. Sedangkan hewan mamalia berdarah panas, tubuhnya ditutupi oleh
bulu dan berkembang biak dengan melahirkan.
Pertanyaan
99
Banyak sekali bukti rinci yang dapat
kita gali, namun beberapa di antara bukti yang penting adalah sebagai berikut:
Pertama sekali, sains moderen telah
membuktikan secara meyakinkan bahwa benda hidup tidak dapat timbul dari benda
mati.
Sejauh ini, tidak ditemukan (tergali)
satu bentuk fosil-antara pun yang dapat mendukung pendapat kaum evolusionis
bahwa mahluk-mahluk hidup berevolusi dari nenek moyangnya. Meski telah jutaan
fosil spesies normal ditemukan, tak ada satupun di antaranya merupakan mahluk
setengah-reptil setengah-burung, atau mahluk setengah-ikan setengah-reptil,
atau mahluk setengah-kera setengah-manusia.
Protein sebagi elemen dasar mahluk
hidup tidak dapat berkembang secara kebetulan. Peluang terbentuknya protein
dari 500 asam amino secara kebetulan adalah satu dibanding 10 pangkat 950.
Pendek kata, peluangnya sama dengan nol.
Pertanyaan
100
Tidak, teori evolusi tidak mengajukan
penjelasan apapun atas timbulnya kehidupan di bumi ini.
Saat lapisan tanah dan catatan fosil
diteliti, nampak bahwa organisme hidup muncul secara tiba-tiba. Lapisan tertua
tempat ditemukannya fosil-fosil mahluk hidup adalah lapisan “kambrium”, yang
diperkirakan berusia 520-530 juta tahun.
Fosil-fosil yang ditemukan dalam
lapisan kambrium terdiri dari beragam spesies invertebrata (tak bertulang belakang)
yang kompleks. Yang paling menarik, seluruh susunan dengan ragam yang luas ini
muncul secara tiba-tiba tanpa nenek moyang pendahulu. Itulah sebabnya dalam
literatur geologi, peristiwa ajaib ini disebut sebagai “ledakan kambrium”.
Terbanjirinya bumi secara tiba-tiba
oleh beragam spesies yang jumlahnya sangat banyak ini, serta tanpa nenek moyang
dan tanpa periode evolusi, merupakan pertanyaan yang tak dapat dijawab oleh
kaum evolusionis.
Pertanyaan
101
Gambar-gambar “manusia kera” yang kita
lihat di koran-koran, majalah-majalah, atau film-film, semuanya merupakan
lukisan imajinasi buatan kaum evolusionis. Kadang dari sebuah gigi saja, kaum
evolusionis dapat merekayasa bentuk tubuh lainnya, meskipun tanpa keberadaan
jejak fosilnya. Misalnya membuat struktur hidung dan bibir, bentuk rambut,
bentuk alis mata dan lainnya hanya berdasarkan khayalan saja. Kemudian, membuat
ilustrasi mahluk setengah-manusia setengah-kera, bahkan lengkap dengan gambaran
yang memuat anggota keluarga dan lingkungan sosialnya. Mereka berusaha
menyesatkan publik dengan metode ini.
Kaum evolusionis juga tidak ragu
membuat fosil-fosil palsu untuk mewakili apa-apa yang tidak mereka temukan.
Pemalsuan yang paling termasyur adalah seperti berikut ini:
Manusia piltdown: dengan pemalsuan
ini, kaum evolusionis membohongi dunia sains. Mereka memasangkan rahang orang
utan yang baru mati kepada tengkorak manusia yang berusia 500 tahun. Gigi-gigi
baru ditambahkan agar tengkorak tersebut mirip manusia. Sambungan-sambungannya
diratakan dengan mengikirnya, dan seluruh bagiannya dinodai dengan natrium
bikromat agar nampak tua.
Manusia nebraska: pada tahun 1922,
kaum evolusionis menyatakan bahwa fosil gigi geraham yang mereka gali memiliki
baik karakteristik manusia maupun kera. Riset ilmiah yang ekstensif dilakukan
pada gigi yang disebut manusia nebraska ini. Berdasarkan sebuah gigi ini saja,
digambarlah rekonstruksi kepala dan tubuhnya. Lebih dari itu, manusia nebraska
ini dilukis beserta istri dan anak-anak mereka. Namun pada tahun 1927, bagian
lain dari kerangka tubuhnya ditemukan. Dan telah dipastikan bahwa gigi tersebut
adalah gigi babi hutan.
Pertanyaan
102
Apa yang disebut “manusia primitif”
itu tidak pernah ada. Sangat banyak bukti untuk itu. Beberapa di antaranya
adalah sebagai berikut:
Fosil yang digali di wilayah
atapuerca, spanyol, pada tahun 1995 telah meruntuhkan kisah “evolusi manusia”.
Fosil tengkorak manusia ini berusia 800.000 tahun, era dimana menurut kaum
evolusionis mahluk setengah-kera setengah-manusia berada. Pada kenyataannya,
tengkorak ini sama sekali tidak berbeda dengan manusia moderen. Artinya, tidak
ada perbedaan antara manusia 800.000 tahun yang lalu dengan manusia sekarang.
Dalam majalah new scientist terbitan
14 maret 1998 ada artikel berjudul “manusia dahulu lebih pintar dari yang kita
perkirakan...”. Disebutkan di dalamnya bahwa pada 700 ribu tahun yang lalu,
manusia yang dinamai homo erektus telah pandai melaut. Manusia ini memiliki
pengetahuan dan teknologi yang memadai untuk membuat perahu, serta memiliki
budaya menggunakan transportasi laut. Hal demikian tidak dapat disebut sebagai
“primitif”.
Fosil jarum yang berusia 26 ribu tahun
milik manusia nenderthal menunjukkan bahwa mereka memiliki pengetahuan mengenai
pakaian puluhribuan tahun yang lalu. Ini menyingkapkan bahwa manusia
nenderthal, yang sengaja dilukis kaum evolusionis sebagai mahluk mirip kera,
pada kenyataannya tidak berbeda dari manusia moderen.
Pertanyaan
103
Tidak dapat. Sistem-sistem kompleks
yang terdapat pada mahluk hidup, seperti mata dan telinga, memiliki jumlah
komponen yang banyak. Sistem-sistem ini hanya dapat berfungsi jika seluruh
komponennya utuh. Contohnya, agar mata dapat melihat, semua komponen yang
jumlahnya sekitar 40, harus utuh. Mata tidak akan dapat melihat jika salah satu
kompenennya, misalnya retinanya atau kelenjar air matanya tidak ada. Jadi,
dapat disimpulkan bahwa seluruh bagian dari sistem harus tercipta secara
serentak. Ini, tentunya, membuktikan sekali lagi ketidakbenaran teori evolusi.
Jadi, apa artinya jika suatu struktur
kompleks terjadi dalam seketika? Tak diragukan lagi bahwa timbulnya komponen
yang banyak dalam waktu yang bersamaan di tempat yang sama hanya bisa terjadi
sebagai akibat penciptaan khusus yang disengaja.
Pertanyaan
104
Orang-orang yang menganggap sepi akan
keberadaan allah serta enggan mengakui bahwa mereka harus bertanggungjawab
kepadanya, berusaha mencari pembenaran atas posisi mereka. Mereka berusaha
mencari berbagai cara agar orang lain setuju terhadap pendapat mereka. Dengan
menyatakan bahwa segala sesuatu terjadi secara kebetulan, mereka berusaha agar
orang lain mengakui ketidakberadaan sang pencipta; dan karenanya, manusia tidak
perlu bertanggungjawab kepada siapapun.
Sekarang ini, teori evolusi berfungsi
sebagai arus utama bagi filosofi-filosofi kaum kafir. Itulah sebabnya,
orang-orang yang bersikeras menolak keberadaan allah terus mempertahankan teori
evolusi. Mereka mempertahankan teori ini sebagai wadah ideologis dan filosofis,
meskipun tidak memiliki kebenaran ilmiah. Teori yang mereka sendiri kadang
tidak peduli benar tidaknya.
Mereka
berkata: ‘maha suci engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang engkau
ajarkan kepada kami; sesungguhnya engkau maha mengetahui lagi maha bijaksana.’
(surat
al-baqarah: 32)


