Selamat Anda Pengunjung Ke

Oleh: Agnes Herdatia, Ekonomi Pembangunan 2015 Agama Islam merupakan agama kompleks yang di mana didalamnya mengatur seluruh a...

Ekonomi Islam Ekonomi Islam

Ekonomi Islam

Ekonomi Islam




Oleh: Agnes Herdatia, Ekonomi Pembangunan 2015

Agama Islam merupakan agama kompleks yang di mana didalamnya mengatur seluruh aspek kehidupan manusia , bumi beserta isinya. Kegiatan perekonomian manusia pun diatur dalam Agama Islam dengan menggunakan prinsip Illahiyah. Maka lahirlah Ekonomi Islam yang mana adalah sebuah bidang ilmu yang mempelajari tentang perilaku ekonomi manusia yang diatur dengan landasan ajaran Islam sebagaimana yang telah dirangkum pada rukun iman dan rukun Islam. Adapun tujuannya yaitu untuk membantu manusia dalam mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat. 

      Ada yang menjadi tiga sasaran hukum Islam sehingga dapat menunjukkan rahmat untuk seluruh umat manusia, yaitu sebagai berikut :
  1.Penyucian jiwa atau secara batiniah agar supaya setiap umat Islam menjadi sumber   kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya.
  2.Penegakan keadilan dalam masyarakat di mana keadilan yang dimaksud adalah tersirat dalam aspek kehidupan muamalah dan aspek hukum
  3.Pencapaian maslahat, di mana para ulama menyepakati bahwa dengan adanya maslahat yang akan menjadi puncak sasaran maka hal ini mengandung lima jaminan dasar yaitu sebagai berikut: Kemaslahatan keyakinan agama, Kemaslahatan jiwa, Kemaslahatan akal, Kemaslahatan keluarga dan keturunan, Kemaslahatan harta benda. 

Adapun perbedaan yang mendasari antara ekonomi islam dan ekonomi konvensional adalah jika ekonomi konvensional, mengedepankan sistem bunga sebagai instrumen profitnya. Berbeda dengan apa yang ditawarkan sistem ekonomi islam dengan instrumen profitnya, yaitu sistem bagi hasil. Di dalam menjalankan kegiatan ekonominya, Islam sangat mengharamkan kegiatan riba, yang dari segi bahasa berarti "kelebihan". Hal tersebut diterangkan pula di dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan bahwa “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...”

Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Ekonomi Islam mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi. Esensi proses Ekonomi Islam adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama. Ekonomi Islam seharusnya menjadi rahmat seluruh alam, yang tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya dan politik dari bangsa.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Article Lainnya