Melihat permasalahan yang begitu complicated seperti di atas, penulis sangat yakin, dengan hanya mengandalkan peran pemerintah saja tidak akan bisa mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Untuk keluar dari jerat permasalahan ini, seluruh komponen bangsa, yaitu pemerintah dan rakyat harus bekerja sama dan saling memercayai satu sama lain.
Namun
di sisi lain, pemerintah tampaknya belum cukup serius menjalin kerja sama
dengan masyarakat terutama umat Islam dalam masalah perekonomian. Padahal,
masyarakat muslim adalah mayoritas di negeri ini dan mencatat sejarah yang
mengagumkan sekaligus mengharukan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Tercatat dalam sejarah bahwa para pemuka umat Islam-lah yang sering memicu
perlawanan terhadap pemerintahan kolonial. Dalam hal pertumbuhan dan
perkembangan Ekonomi Syariah dunia yang begitu pesat, aplikasi Ekonomi Syariah
dalam konteks ke-Indonesia-an justru acap kali mengahadapi ganjalan yang
berasal dari bangsa sendiri.
Penentangan
Rancangan Undan-Undang SBSN (Sukuk) dan Perbankan Syariah oleh salah satu
fraksi di DPR, misalnya. Dengan alasan klise, yakni penerapan syariat agama
tertentu yakni agama Islam dalam kehidupan bangsa Indonesia, mereka seperti
ketakutan bahwa Islam lambat laun akan menggantikan dasar negara Indonesia.
Padahal, sejarah mencatat bahwa umat Islam Indonesia adalah umat berjiwa besar
serta legowo yang karena alasan persatuan bangsa rela menerima penghapusan
klausul pada sila pertama yang berbunyi “dan kewajiban menjalankan syariat
Islam bagi pemeluknya.” Padahal lagi, dengan berlakunya RUU tersebut banyak
sekali manfaat yang akan diperoleh tidak hanya bagi umat Islam tapi masyarakat
Indonesia secara keseluruhan seperti masuknya investor asing yang sangat
potensial terutama negara-negar Timur Tengah.
Penentangan
dari beberapa elemen pemerintah tersebut tak hanya melukai umat Islam tetapi
menghambat pertumbuhan perekonomian pada umumnya, di mana ekonomi syariah
sedang menjadi alternatif utama baik dunia maupun Indonesia menggantikan
ekonomi kapitalis yang menurut beberapa pendapat tengah berada di ambang
kehancuran.
sumber
: eramuslim.net
Oleh: Untung Kasirin


